Antisipasi Defisit, Pemkab Blitar Refocusing Anggaran Rp 98 Miliar

BLITAR (Lenteratoday) – Melesetnya proyeksi Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (Silpa) tahun 2023 Rp 114 miliar, mengakibatkan Pemkab Blitar melakukan Refocusing anggaran APBD 2024 sebesar Rp 98 miliar.

Adanya refocusing anggaran APBD 2024 ini, diungkapkan beberapa Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di jajaran Pemkab Blitar.

Beberapa kepala dinas mengatakan refocusing anggaran 2024 dialami seluruh OPD, kecamatan hingga kelurahan. Besaran anggaran yang direfocusing bervariasi. “Tempat saya (dinas), anggarannya dikurangi sampai sekitar Rp 1,2 miliar,” kata salah satu kepala dinas yang tidak mau disebutkan namanya, Rabu (24/1/2024).

Demikian juga di tingkat kecamatan, salah satu Sekretaris Kecamatan (Sekcam) mengaku sesuai informasi hasil rapat beberapa hari lalu. Seluruh kecamatan, anggarannya dikurangi masing-masing berkisar Rp 100 – 160 juta an. “Informasinya demikian, seluruh kecamatan dikurangi Rp 100 – 160 juta dikalikan 22 kecamatan dan 20 kelurahan totalnya mencapai miliaran,” ujar salah satu Sekcam di Kabupaten Blitar.

Informasi yang dihimpun, dari beberapa OPD di jajaran Pemkab Blitar. Memang terjadi pengurangan anggaran, nilainya tidak sama. Mulai puluhan juga di tingkat kelurahan, bahkan sampai miliaran rupiah pada level dinas.

Secara terpisah Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Blitar, Kurdiyanto ketika dikonfirmasi mengenai hal ini menuturkan kalau yang dilakukan Tim Anggatan Pemerintah Daerah (TAPD) Pemkab Blitar, bukan refocusing tapi mitigasi anggaran. “Semacam antisipasi defisit anggaran 2024, karena melesetnya proyeksi Silpa 2023,” tutur Kurdiyanto.

Baca Juga :  Peternak Sapi di Blitar Temukan Obat Herbal untuk PMK

Dijelaskan Kurdiyanto kalau proyeksi Silpa 2023 sebesar Rp 114 miliar, namun karena serapan anggaran cukup tinggi mencapai rata-rata ,92 persen. “Maka proyeksi Silpa meleset, sehingga pada 2024 ini perlu dilakukan mitigasi anggaran,” jelasnya.

Padahal proyeksi Silpa 2023 sudah diturunkan, lebih rendah dibanding 2022 yang mencapai sebesar Rp 228 miliar. “Namun karena akhir tahun 2023 serapan anggaran OPD bagus dan tinggi, sehingga proyeksi Silpa meleset,” ungkap Kurdiyanto.

Dari proyeksi Silpa Rp 114 miliar, yang perlu dilakukan mitigasi anggaran sebesar Rp 98 miliar pada APBD 2024 ini. “Jadi bukan anggaran direfocusing, tapi mata anggaran hanya ditandai atau diberikan tanda bintang saja. Bukan merubah anggaran kas, karena kalau merubah anggaran harus dengan persetujuan DPRD melalui PAK,” tandasnya.

Ketika ditanya apakah ini berarti APBD 2024 mengalami defisit, Kurdiyanto dengan tegas mengatakan belum bisa memastikan. “Karena kondisi anggaran baru bisa diketahui menunggu laporan pada semester pertama 2024, setelah semua pendapatan masuk seperti Dana Bagi Hasil, DAU, DAK dan PAD,” pungkasnya.(*)

Reporter : Arief Sukaputra | Editor : Lutfiyu Handi

Latest news

Related news

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini