Antisipasi Penyebaran Virus Corona, Kabupaten Kediri Siapkan Dua RSUD

Kediri -Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri memerintahkan petugas surveilans kesehatan dan puskesmas untuk lebih  memantau dan mengawasi orang-orang dari luar kota yang dicurigai berpotensi terinfeksi virus corona atau convid-19. Hal itu dilakukan menyusul dipastikannya ada dua warga Indonesia asal Depok, Jabar yang dinyatakan positif terinfeksi virus corona.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri, dr Bambang Triyono Putra mengatakan pihaknya lebih memperkuat petugas surveilans dan jajaran puskesmas untuk mengantisipasi penyebaran virus corona. Yakni, dengan cara mengawasi orang dari luar yang masuk ke Kabupaten Kediri. Terutama orang –orang yang baru datang bepergian dari negara-negara yang warganya sudah teriveksi virus corona.

Surveilans adalah petugas yang khusus mengawasi, mengumpulkan data terhadap penyakit menular yang tersebar di hampir semua puskesmas yang ada. Sehingga diharapkan bila ada warga yang terinfeksi virus Corona bisa terdeteksi secara cepat dan sedini mungkin.

Dinkes Kabupaten Kediri selalu berkoordinasi dengan Dinkes Provinsi Jatim terkait data orang orang dari luar negeri yang masuk Jatim. Sehingga terpantau dan dilakukan pengawasan ketat, terkait dengan tanda-tanda atau gejala terinfeksi virus corona.

“Dinkes provinsi selalu memberi info bila ada orang yang baru datang ke wilayah Kabupaten Kediri  dari negara dicurigai telah terinfeksi corona, misal dario China, Singapura atau Italia. Begitu ada gejala panas capai 39 derjat Celcius, kami segera sikapi dengan memberikan perhatian khusus, “ujar dr Bambang saat dihubuungi via telepon, Senin (2/3/2020) malam.

Baca Juga :  KPU Kota dan Kabupaten Kediri Adakan ToT kepada PPK dan PPS

Dua rumah sakit milik Pemkab Kediri, RSUD Pare dan RSUD Simpang Lima telah disiagakan untuk merawat pasien terinfensi corona. Kedua rumah sakit itu telah menyiapkan ruang isolasi sesuai standar WHO dan para medis yang terlatih dengan kegawatdaruratan.

“Kalau di RSUD Simpang Lima hampir tersebar disetiap bagian perawatan pasien ada ruang isolasi. Sementara di RSUD Pare ruang isolasi terkumpul dalam satu lokal yang berkapasitas beberapa pasin,” ujarnya.

Ditambahkan, kewaspadaan terhadap penyeberan virus corona sebenarnya sudah dilakukan sejak Januari 2020 lalu, awal terdeteksi penyebaran virus mematikan tersebut. Namun dengan dipastikannya ada penduduk Indonesia yang positif terinveksi virus tersebut, pihaknya lebih mewaspadai.

“Kami mengedukasi masyarakat agar lebih waspada dan menghindari kecemaasan atas penyebaran penyakit tersebut. Bila mengetahui ada orang sekitar dengan gejala gejala seperti yang disampaikan petuga bisa segera melapor ke puskesmas terdekat dan segera ditangani,” imbuhnya. (gos/adv)


Latest news

Related news

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini