Bebas Bersyarat, Bapake Wong Cilik Kota Blitar Disambut Ratusan Warga

BLITAR (Lenteratoday) – Mantan Walikota Blitar, Samanhudi Anwar juga dikenal Bapake Wong Cilik, bebas bersyarat sejak 8 Oktober 2022 dan kepulangnnya dari Lapas Kelas II A Sragen Jawa Tengah, Senin (10/10/2022) malam disambut ratusan warga.

Kabar kepulangan Samanhudi ke Blitar yang sudah tersebar sejak beberapa hari sebelumnya, ternyata menarik perhatian ratusan warga yang masih mengidolakannya. Spontan ratusan warga menyambutnya di beberapa titik, mulai perbatasan wilayah Kabupaten dan Kota Blitar. Bahkan dengan menumpang sepeda motor, warga berkonvoi mengikuti mobil yang ditumpangi mantan Walikota Blitar yang terpilih 2 kali tersebut.

Ratusan sepeda motor terus mengikutinya, sampai ke rumah mantan Ketua DPRD Kota Blitar tersebut di Jl. Kelud, Kota Blitar. Sementara, di kediamannya, keluarga dan ratusan warga yang sudah sabar menunggu sejak jam 18.00 Wib berteriak histeris. Melihat sosok Samanhudi yang dikenal Bapake Wong Cilik, karena selama ini peduli dengan warganya berjalan turun dari mobil menuju rumahnya.

Wajar jika mantan Walikota Blitar periode 2010-2015 dan 2015-2020, yang kemudian tersandung kasus gratifikasi pada 2018 tersebut masih diidolakan warganya. Karena selama kepemimpinan walikota dari PDIP waktu itu, selain dekat dengan warganya juga banyak kebijakannya yang pro rakyat kecil. Diantaranya program sekolah gratis mulai SD-SMP, seragam, buku dan perlengkapan sekolah gratis, sepeda gratis, tablet gratis dan beberapa program lainnya yang dikenal APBD Pro Rakyat.

Air mata mantan Ketua DPC PDIP Kota Blitar tersebut tidak terbendung, ketika sekitar jam 19.30 Wib tiba di rumahnya melihat sambutan ratusan warga. Selain keluarga, sahabat dan relawan Kawulo Alit berebut mendekat sekedar untuk bersalaman, memeluk dan mengucapkan selamat datang.

Sebelum doa bersama, serta membagikan ratusan sak beras pada warga tidak mampu dan ojol. Kemudian diakhiri dengan tasyukran potong tumpeng, serta makan bersama ratusan simpatisannya. Samanhudi sempat menyampaikan sambutan yang diawali dengan ucapan terima kasih, pada semua pihak yang sudah menjemput dan menyambutnya.

“Saya tidak menyangka sambutannya seperti ini, terima kasih pada semuanya yang sudah suka rela menyiapkan serta menyediakan suguhan baik makanan maupun minuman yang semuanya dari partisipasi warga,” tutur Samanhudi sambil meneteskan air mata.

Baca Juga :  Sandang Status BLUD, RSUD Srengat Siap Wujudkan Pelayanan Kesehatan Paripurna

Melihat begitu besarnya antusias warga, Samanhudi kembali bersemangat akan kembali memperjuangkan APBD Pro Rakyat untuk kesejahteraan warga Kota Blitar. “Jangan kawatir, saya sudah kembali ke Kota Blitar dan akan terus berjuang untuk kesejahteraan warga saya. Seperti kaos yang saya pakai Never Give Up yaitu pantang menyerah, mari bergabung dengan saya dan Kawulo Alit untuk berjuang bersama,” tandasnya.

Karena selama menjalani hukuman penjara 4 tahun 4 bulan, Samanhudi mengaku terus berkomunikasi dan memantau kondisi Kota Blitar. Ternyata banyak keluhan warga yang diterimanya, seperti program sekolah gratis dan sepeda gratis yang hilang.

“Mari bersama-sama kita perjuangkan lagi APBD Pro Rakyat, saya tidak marah walaupun didzolimi dan dipenjarakan. Tapi saya akan bangkit dan berjuang bersama rakyat, bersama Kawulo Alit untuk melawan kedzoliman ini,” teriaknya.

Selain dulunya berpolitik melalui PDIP, Samanhudi juga Panglima Kawulo Alit yaitu organisasi underbouw PDIP, yang sudah berdiri di beberapa daerah diantaranya Blitar, Tulungagung dan Kediri.

Samanhudi Anwar terjerat kasus gratifikasi pada proyek pembangunan SMP Negeri 3 Kota Blitar 2018 silam, hingga oleh Pengadilan Negeri Tipikor Surabaya dijatuhi vonis hukuman 5 tahun penjara. Dalam menjalani hukumannya, Samanhudi sempat berpindah Lapas 2 kali, dari Lapas Kelas II A Sidoarjo dipindah ke Lapas II B Blitar. Namun hanya 6 bulan, tiba-tiba ada keputusan dari pusat dipindah ke Kelas II A Sragen, Jawa Tengah.

Terakhir ketika ditanya apakah akan kembali berpolitik pasca bebas, Samanhudi menegaskan akan terjun ke dunia politik. Alasannya, karena dirinya didzolimi oknum politik. “Maka akan saya balas oknum politik itu, partainya apa itu soal nanti. Saya akan berlayar, ibarat perahu apakah akan tetap atau akan berlabuh ke tempat lainnya. Nanti akan saya sampaikan, pada pidato politik saat ulang tahun Kawulo Alit,” pungkasnya. (*)

Reporter : Arief Sukaputra | Editor : Lutfiyu Handi




Latest news

Related news

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini