BNNK Surabaya Bongkar Pengedar Narkoba Jaringan Lapas

Surabaya – Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Surabaya meringkus empat orang yang diduga jaringan narkoba. Dari tangan mereka, BNNK Surabaya mendapatkan barang bukti 115,5 gram narkoba jenis sabu-sabu.

Empat tersangka yang berhasil diringkus adalah  IW, (25) tinggal di Jl. Krembangan Surabaya, . MH, (40) warga JI. Karang Tembok Surabaya.  DAT, (34) warga Kejambon Surabaya, HI, (24) JI. Keputran Kejambon Surabaya. Kepala BNNK Surabaya AKBP Kartono, menandaskan dari para tersangka ini juga diamankan berbagai barang bukti lainnya.

Terbongkarnya jaringan ini berawal dari penangkapan IW pada Senin (17/2/2020) sekitar pukul 22.30 WIB di JI. Kedung Klinter Surabaya. Saat itu tersangka IW tertangkap tangan oleh Petugas seksi pemberantasan BNN Kota Surabaya. Dari tangan IW didapat narkotika jenis sabu sebanyak 1 poket  seberat 1,13 gram berikut.

“Dari penangkapan IW ini kemudian kami kembangkan dan akhirnya berhasil menangkap MH di rumahnya JI. Kedung Klinter Surabaya,” tandas Kartono. Dari MH petugas berhasil mengamankan narkoba jenis sabu seberat 4,20 gram berikut dengan bungkus plastiknya.

Baca Juga :  Gempa Turut Dirasakan di Tiga Provinsi

Kemudian dari hasil Penyelidikan dikembangkan, dan pada hari Selasa, (18/2/2020) sekitar pukul 01.30 WIB berhasil menangkap DAT. Petugas seksi pemberantasan BNN Kota Surabaya menangkap tersangka DAT di Jl. Keputran Kejambon Surabaya, dengan barang Bukti Narkotika jenis sabu sebanyak  9,09 gram berikut dengan bungkus plastiknya (Bruto). “Tersangka DAT mengaku mendapatkan barang berasal dari Lapas,” tandas Kartono.

Petugas terus mengembangkan kasus ini hingga akhirnya pada Selasa (18/2/2020) sekitar pukul 16.30 WIB berhasil menangkap HI di rumahnya Keputran Kejambon Surabaya. Dari tangan HI, petugas mengamankan barang bukti dua paket serbuk sabu dengan berat 101,16 gram berikut dengan bungkus plastiknya (Bruto).

“Keempat tersangka dijerat dengan pasal 114 ayat (2) dan atau pasal 112 ayat (2) dan atau 132 ayat (1) UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika,” kata AKBP Kartono. (ufi/jok)

Latest news

Related news

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini