Bobby dan Gibran Terima Penghargaan dari Kemendagri pada Peringatan Hari Otoda 2024

SURABAYA (Lenteratoday) – Wali Kota Medan, Bobby Afif Nasution dan Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka mendapat penghargaan dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), pada Peringatan Hari Otonomi Daerah (Otoda) XXVIII yang digelar di Kota Surabaya pada, Kamis(25/4/2024). 

Dalam kesempatan itu Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) memberikan tanda kehormatan Satyalancana Karya Bhakti Praja Nugraha kepada kepala daerah berprestasi. Penghargaan ini diberikan kepada kepala daerah atas prestasi yang dilakukan, berdasarkan hasil Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintah Daerah (EPPD) Tahun 2022 terhadap Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (LPPD) Tahun 2021.

Selain Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, kepala daerah lain yang menerima penghargaan ini adalah Wali Kota Medan Bobby Afif Nasution yang tak lain adalah menantu dari Presiden Joko Widodo.

Berdasarkan pantauan, Bobby terlihat hadir dalam Peringatan Hari Otoda. Bersama 13 kepala daerah lain ia menerima lencana Satyalancana Karya Bhakti Praja Nugraha yabg diberikan langsung oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian.

Selain memberikan tanda kehormatan Satyalancana Karya Bhakti Praja Nugraha kepada kepala daerah, Kemendagri juga memberikan piagam penghargaan terkait Kinerja Daerah Pemerintah. Piagam penghargaan ini diberikan berdasarkan hasil EPPD tahun 2023. 

Salah satu yang menerima penghargaan ini adalah Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka yang juga putra sulung dari Presiden Joko Widodo. Sayangnya, Gibran tak hadir dalam kesempatan tersebut.

“Mas Gibran enggak dapat Satyalancana, tapi piagam penghargaan dari Kemendagri tentang kinerja pemerintahan yang cukup baik, bersama-sama dengan sejumlah kota/kabupaten dan provinsi,” kata Tito usai memimpin upacara peringatan Hari Otoda 2024, Kamis(25/4/2024)

Baca Juga :  Presiden Minta dalam Penerapan New Normal Harus Gunakan Gas dan Rem yang Tepat

Terkait ketidakhadiran Gibran, Tito menuturkan jika Gibran mempunyai banyak kegiatan sehingga absen dalam peringatan tersebut.

“Saya memahami bahwa Mas Gibran banyak sekali kegiatan, saya juga hadir kemarin waktu di KPU dan juga langsung melakukan banyak sekali pertemuan dengan pak wapres, dengan pak presiden. Dan ini acaranya pagi. Saya dapat info beliau tidak dapat hadir karena waktunya sangat mepet,” paparnya.

“Tapi beliau mengucapkan terima kasih atas penghargaan yang telah diberikan,” tambahnya.

Tito mengungkapkan jika penghargaan yang diberikan Kemendagri kepada para kepala daerah ini, tidak hanya dinilai dari Kemendagri saja. Namun, pihaknya juga menggandeng kementerian lembaga terkait, serta pihak eksternal seperti akademisi, para pakar dan lembaga-lembaga lain yang kredibel.

“Ini bukan karena pesanan, tapi betul-betul dilakukan oleh tim independen dan kita mempertanggung jawabkan. Teman-teman daerah juga paham mana yang berprestasi,” pungkasnya.

Diketahui, dalam kegiatan ini terdapat 14 kepala daerah yang menerima tanda kehormatan Satyalancana Karya Bhakti Praja Nugraha. Rinciannya, 2 gubernur, 5 wali kota dan 7 bupati.

Sementara terkait piagam penghargaan diberikan kepada 29 pemda di Indonesia. Ke-29 pemda itu terdiri dari, 5 provinsi, 14 kabupaten dan 10 kota. 

Reporter:Amanah(mg)/Editor:Ais


Latest news

Related news

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini