07 April 2025

Get In Touch

Demokrat Bahas Koalisi dengan PKS-NasDem

Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh (kiri) berbincang dengan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (kanan) di Kantor DPP Nasdem, Jakarta, Kamis (23/6/2022) -Ant
Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh (kiri) berbincang dengan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (kanan) di Kantor DPP Nasdem, Jakarta, Kamis (23/6/2022) -Ant

JAKARTA (Lenteratoday) -Partai Demokrat akan menggelar rapat pimpinan nasional (rapimnas) selama dua hari di Jakarta Convention Center (JCC). Rapim dimulai pada hari ini, Kamis (15/9/2022), dan akan membahas koalisi dengan NasDem dan PKS.

Koordinator Juru Bicara DPP Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra mengatakan, rapimnas akan diikuti oleh 3.000-an kader partai dari seluruh Indonesia. Mereka, lanjutnya, akan membahas mengenai kemungkinan koalisi dengan partai politik (parpol) lain.

"Adanya ambang batas presiden 20 persen, sedangkan Demokrat memiliki 9.36 persen kursi parlemen, membuat Demokrat harus berkoalisi dengan parpol-parpol parlemen lainnya," jelas Herzaky mengutip Bisnis, Kamis (15/9/2022).

Demokrat terbuka menjalin kerja sama dengan parpol manapun. Meski begitu, secara spesifik Herzaky menyebut dua nama parpol yang selama ini sering digadang akan jadi pasangan koalisi Demokrat.

"Dalam rapimnas ini akan ada keinginan untuk berkoalisi dengan parpol mana saja, termasuk dengan NasDem dan PKS yang selama ini sering disebut-sebut," ungkapnya.

Selain itu, Ketua Umum (Ketum) Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) beserta jajarannya akan mendengar masukan kader-kader partai dari seluruh daerah terkait kemungkinan nama calon presiden (capres) dan wakil presiden (cawapres) yang akan diusung di Pilpres 2024.

Herzaky tak mau menjanjikan akan ada nama capres-cawapres yang akan diumumkan pada rapimnas nantinya. Semua itu, jelasnya, tergantung masukan dan rekomendasi para peserta rapimnas.

"Suara dan harapan konstituen Partai Demokrat dari seluruh pelosok Indonesia tentunya bakal menjadi salah satu pertimbangan utama dalam menentukan calon presiden dan calon wakil presiden yang akan diusung oleh Partai Demokrat," ujarnya (*)

Editor: Arifin BH

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.