Di Usia ke 40, Dekranas Harus Bisa Sejahterakan Pengrajin

Surabaya – Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) diharapkan mampu mensejahterakan para pengrajin. Untuk itu, Dekranas harus mampu menjadi wadah bagi para pengrajin baik kaum milenial maupun yang senior. Kemudian, mampu beradaptasi dengan kemajuan zaman, dan mampu menyatukan tradisi serta budaya dengan kemajuan teknologi.

“Baik yang dari kalangan milenial sampai yang kolonial bisa mewadahi semuanya,” kata Ketua Dekranasda Jatim Arumi Bachsin Emil Dardak setelah menghadiri Peringatan Hari Ulang Tahun Dekranas ke 40 di Grand City Convex Surabaya, Selasa (3/3/2020). Arumi menandaskan, bahwa harapannya tersebut tak lain bertujuan supaya hasilnya nanti bisa mensejahterakan masyarakat, khususnya kalangan perajin.

Sementara bagi Dekranasda Jatim, ia menargetkan dapat mempertahankan apa yang sudah dicapai. Selain itu juga mampu meningkatkan yang belum maksimal dan dapat mengekspor kerajinan-kerajian yang berpotensi. “Targetnya di Jawa Timur standar banget, tapi susah dilaksanakan dengan benar, makanya kita pasti akan sungguh-sungguh,” sebutnya.

Baca Juga :  Transaksi Lumbung Pangan Jatim Tembus Rp 1,96 Miliar, Gula Paling Diminati Masyarakat

Arumi Bachsin Emil Dardak juga menjelaskan bahwa tahun ini Dekranasda Jawa Timur akan berfokus pada beberapa hal.  Diantaranya program peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia bagi Pengrajin serta meningkatkan daya saing. Selain itu juga akan memfasilitasi pendampingan pengurusan merk dan Harta Kekayaan Intelektual (HKI).

Dekranasda juga akan fokus pada perluasan jaringan pemasaran melalui pameran dan gelar potensi, serta kemitraan melalui kerjasama antar pengrajin guna mendorong terjadinya kolaborasi di bidang transfer teknologi. “Kalau kita melihat perekonomian jaman sekarang, UMKM jaman sekarang, sistem yang paling baik, ramah di kantong, dan juga sangat efektif menurut kami yaitu sistem kolaborasi,” jelasnya.

Ketua Dekranasda yang juga ketua TP PKK Jatim ini mengatakan kesejahteraan pengrajin tidak bisa lepas dari nilai ekonomi. Oleh karenanya, pihaknya akan terus melakukan pembinaan dan pendampingan bagi pengrajin, pelaku UKM, dan IKM di Jawa Timur sampai mereka dapat melakukan transaksi atau purchasing. “Kita bisa membina dari hulu ke hilir, pekerjaan kita di dekranasda belum selesai jika pengrajin yang kita bina belum bisa terjadi transaksi,” pungkasnya. (ufi)





Latest news

Related news

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini