Diterjang Badai dan Hujan Deras, Puluhan Bangunan di Sidoarjo Rusak

SIDOARJO (Lenteratoday) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sidoarjo hingga Rabu siang (12/10/2022) berhasil menghimpu data sementara jumlah rumah dan bangunan yang rusak diterjang hujan deras dan angin kencang pada Selasa Sore kemarin.

Laporan sementara yang masuk ke BPBD seperti yang disampaikan Kepala BPBD Sidoarjo, Dwijo Prawito, kerusakan terjadi di 8 desa yang berada di 6 kecamatan. Kerusakan rumah paling banyak di Desa Kedondong, Kecamatan Tukangan jumlahnya 26 rumah mengalami kerusakan, 1 sekolah SDN, 1 gudang dan 1 warung.

Kemudian Desa Kedungsumur, Kecamatan Krembung 31 rumah rusak, disusul Desa Durungbeduk, Kecamatan Candi terdapat 24 rumah rusak, 1 sekolah dan 1 Pondok Pesantren termasuk beberapa pohon di pinggir jalan roboh, salah satunya pohon besar punden makam.

Masih di Kecamatan Candi, Desa Durungbanjar yang lokasinya bersebelahan dengan Desa Durungbedug juga ikut terkena terjangan hujan dan angin kencang. Di desa ini 20 rumah dan 1 sekolah rusak. Dari pantauan BPBD sebagian mengalami kerusakan berat karena ada yang tertimpa pohon.

Desa berikutnya, yakni Desa Keper, Kecamatan Krembung ada 15 rumah, 1 Fasum dan 1 Sekolah yang mengalami kerusakan. Desa sebelahnya, Desa Wangkal laporan yang diterima BPBD ada 5 rumah warga yang rusak.

Baca Juga :  Soal Tes Tulis PPK Sidoarjo Dinilai Lebih Mudah

Di Kecamatan Sukodono, Desa Jumputrejo tercatat ada 9 rumah yang juga mengalami kerusakan, terutama atap dan teras rumah. Desa Ganggangpanjang, Kecamatan Tanggukangin 1 tempat usaha dilaporkan rusak.

BPBD juga mendapat laporan adanya pohon tumbang di sejumlah desa. Di Desa Cemengkalang, Kecamatan Sidoarjo dilaporkan 1 pohon tumbang. Desa Sumorame, Kecamatan Candi 1 pohon tumbang. Perumahan Puri Indah dan Kahuripan Nirwana juga dilaporkan adanya pohon tumbang.

Dwijo menyampaikan, data tersebut masih terus diupdate. “Hari ini masih dilakukan pendataan. Termasuk laporan dari masyarakat kita catat dan kita verifikasi lagi,” ujarnya.

Kerusakan rumah warga, kata Dwijo rata-rata atap dan genting rumah jebol tersapu angin. Kerusakan kategori berat disebabkan rumah tertimpa pohon tumbang.

“Sejauh ini dari data yang masuk, yang paling banyak kerusakan sedang dan ringan. Setelah selesai pendataan akan segera dilakukan perbaikan,” katanya. (*)

Reporter : Angga Prayoga | Editor : Lutfiyu Handi

Latest news

Related news

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini