Inilah Cara Pemkot Blitar Mengikis Valentine Day

Blitar – Tanggal 14 Pebruari identik dengan perayaan Hari Kasih Sayang atau Valentine Day, tapi tidak dengan Pemerintah Kota Blitar.

Selain Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Blitar melarang perayaan Valentine Day, untuk seluruh pelajar SD-SMP Negeri hingga SMA-SMK. Juga menggelar Peringatan Perjuangan Tentara PETA Blitar ke-75, di Pelataran Monumen PETA Jl. Sudanco Supriadi Kota Blitar.

Karena menurut sejarahnya, pemberontakan Tentara PETA melawan penjajahan Jepang pada 14 Pebruari 1945 menjadi tonggak kebangkitan semangat perjuangan melawan penjajah. Sekitar 6 bulan sebelum Kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus 1945.

Oleh karena itu bagi Kota Blitar, tidak ada perayaan lain setiap 14 Pebruari. Selain peringatan perjuangan Tentara PETA Kota Blitar, ketika memberontak melawan penjajah Jepang saat itu.

Setiap 13 – 14 Pebruari, digelar rangkaian kegiatan memperingati perjuangan Tentara PETA di Kota Blitar.
Diawali pengajian dan tahlil pada tanggal 13 Pebruari untuk mendoakan para pejuang Tentara PETA, dilanjutkan pementasan drama kolosal perjuangan Tentara PETA di Pelataran Monumen PETA Blitar di Jl. Sudanco Supriadi Kota Blitar.

Disampaikan Ketua Panitia Acara Peringatan Perjuangan Pemberontakan Tentara PETA Blitar, Priyo Istanto jika masih banyak yang belum tahu arti penting peristiwa Pemberontakan PETA Blitar. “Kalau Valentine Day bertukar kado, pejuang PETA bertukar mortir dan peluru 75 tahun lalu,” tutur Priyo, Jumat(14/2/2020) malam dalam sambutan memberikan laporan panitia.

Baca Juga :  Refleksi 2021 dan Resolusi Kinerja Pemkab Blitar 2022, Target 10 Besar Ekonomi Terbaik di Jawa Timur

Dengan adanya peringatan Pemberontakan Tentara PETA ini diharapkan para generasi muda, bisa mengambil hikmah dari peristiwa bersejarah tersebut. “Dengan 1000 undangan yang hadir, serta ratusan pemain drama kolosal dari berbagai kalangan ini bisa menggugah semangat nasionalisme generasi muda,” tandasnya.

Untuk tahun ini, Pemkot Blitar menggelar drama kolosal Peringatan Pemberontakan PETA dengan tema “Senopati Palagan PETA Blitar”.

Sementara itu Plt Walikota Blitar, Santoso juga menegaskan jika peristiwa pemberontakan Tentara PETA ini layak disejajarkan dengan peristiwa heroik lainnya seperti pertempuran 10 November di Surabaya, perang Puputan di Bali dan Bandung Lautan Api. “Menunjukkan pejuang Blitar, juga memiliki semangat juang yang tinggi. Pengaruh pemberontakan PETA juga luar biasa, memberikan kontribusi terhadap semangat perjuangan merebut dan mempertahankan kemerdekaan,” tegasnya.

Maka Pemkot terus melakukan upaya setiap tahun, untuk meneladani, menghargai dan meneruskan semangat juang serta rasa nasionalime kepada para generasi muda. “Agar tidak tergerus budaya asing, seperti perayaan Valentine Day. Bagi Kota Blitar 14 Pebruari adalah peringatan PETA, bukan peringatan yang lainnya,” pungkas Santoso.(ais)





Latest news

Related news

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini