Investasi Triwulan I Kota Batu Tembus 52 Persen dari Target, Terbesar Sektor Pariwisata

BATU (Lenteratoday) – Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Batu mencatat investasi pada Triwulan I Tahun 2024 ini, telah mencapai 52 persen dari target Rp 840 miliar.

Pj Wali Kota Batu, Aries Agung Paewai mengatakan jika dibandingkan dengan prestasi investasi di Triwulan I 2023 lalu, angka pertumbuhan investasi berhasil naik sebesar 28,9 persen dengan sektor pariwisata menjadi penyumbang terbesar.

“Nilai investasi di Triwulan I Tahun 2024 mencapai Rp 437,5 miliar. Ini peningkatan signifikan jika dibandingkan dengan Triwulan I Tahun 2023 yang hanya mencapai Rp 339,4 miliar,” ujar Aries, saat dikonfirmasi awak media, Kamis(25/4/2024).

Aries menguraikan dari total investasi sebesar Rp 437,5 miliar tersebut, penanaman modal dalam negeri (PMDN) mencapai Rp 402,3 miliar atau sekitar 91,9 persen. Sementara penanaman modal asing (PMA) berada pada Rp 35,2 miliar atau sekitar 8,1 persen.

Dalam konteks ini, menurutnya sektor pariwisata telah menyumbang bagian terbesar dari PMDN, mencapai Rp 199 miliar atau sekitar 49,4 persen. Diikuti oleh sektor konstruksi dengan Rp 70,3 miliar atau 17,4 persen, dan sektor kesehatan dengan Rp 10,5 miliar atau 2,6 persen.

“Di sisi lain, PMA didominasi oleh sektor kesehatan dengan Rp 24,3 miliar atau 68 persen, sementara sektor pariwisata menyumbang Rp 10,9 miliar atau 3 persen,” tegasnya.

Baca Juga :  Moratorium Perizinan Koperasi Simpan PinjamDiperpanjang, Diskumdag Kota Batu: Sementara Setop Penambahan

Sementara itu, Kepala DPMPTSP Kota Batu, Dyah Lies Tina menambahkan realisasi investasi setiap tahunnya selalu melebihi target, untuk tahun 2023 dari target investasi sebesar Rp 700 miliar bisa terealisasi Rp 1,5 triliun.

“Kami menargetkan investasi tahun 2024 ini mencapai Rp 840 miliar, kami optimis target ini bisa tercapai dengan melihat tingginya kunjungan wisatawan ke Kota Batu setiap tahunnya,” jelas Dyah.

Sebagai informasi, Kota Batu telah mengalami peningkatan investasi yang signifikan selama beberapa tahun terakhir. Pada tahun 2018 total investasi mencapai Rp 393,7 miliar, sementara pada tahun 2019 melonjak menjadi Rp 1,8 triliun.

Selain itu, meskipun sempat mengalami penurunan di tahun 2020 menjadi Rp 928,4 miliar akibat pandemi, namun capaian investasi kembali naik di tahun 2021 menjadi Rp 3,3 triliun dan tahun 2022 mencapai Rp 4,9 triliun.

“Kami akan terus mendorong investasi di sektor-sektor utama seperti pariwisata, pertanian dan UMKM. Investasi yang masuk diharapkan dapat menciptakan lapangan pekerjaan baru, meningkatkan pendapatan, serta memperkuat perekonomian daerah secara keseluruhan,” tandasnya.

Reporter:Santi Wahyu/Editor:Ais


Latest news

Related news

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini