Kampung Sentanan, Distinasi Wisata Kuliner di Kota Mojokerto

MOJOERTO (Lenteratoday) – Untuk memunculkan destinas wisata baru, Pemerintah Kota Mojokerto, Jawa Timur meluncurkan Kampung Jajanan Sentanan yang berada di Kelurahan Sentanan.

Lurah Sentanan, Fauzan Hadiyan Ichsan dalam keterangan pers dilansir dari antarajatim, Sabtu (11/3/2023), menceritakan bahwa Kampung Jajanan Sentanan berawal dari kelompok kecil di tahun 90-an yang mencoba membuka lapangan pekerjaan sendiri.

“Satu lagi kampung tematik di Kota Mojokerto yang bisa menjadi destinasi wisata baru adalah Kampung Jajanan Sentanan yang terletak di Kelurahan Sentanan, Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto,” ujarnya.

Ia mengatakan, hampir di setiap rumah warga secara turun temurun memproduksi berbagai macam jajanan basah dan makanan khas Kota Mojokerto. “Setiap harinya Kampung Jajanan Sentanan diserbu para tengkulak, untuk dijual kembali,” ucapnya.

Ia mengatakan, dengan memanfaatkan keahlian dalam membuat macam-macam kue, serta memanfaatkan wilayah yang tergolong dalam wilayah perdagangan terpusat di tengah kota. Kue dari Sentanan kini dilirik oleh hampir semua pedagang di dalam kota hingga luar Kota Mojokerto.

Baca Juga :  Dawet Walis, Kuliner Andalan Warung Desa Puhsarang, Kabupaten Kediri

“Setiap jam empat pagi setiap hari nya Kampung Jajanan Sentanan akan diserbu pedagang untuk dijual lagi,” tuturnya.

Selain dapat menggerakkan perekonomian warga Kelurahan Sentanan, Kampung Jajanan Sentanan juga dapat menjadi destinasi wisata baru atau sentra usaha kecil mikro dan menengah (UMKM) di Kota Mojokerto.

“Pihak kelurahan bersama masyarakat bisa menggali potensi yang ada di masyarakat sehingga membantu dalam pencapaian visi, misi Pemerintah Kota Mojokerto yaitu mewujudkan ekonomi daerah yang mandiri, berdaya saing, berkeadilan, dan berbasis pada ekonomi kerakyatan,” ucapnya.

Ruliani, salah satu warga Kelurahan Sentanan mengaku telah turun temurun memproduksi jajanan basah. Setiap harinya dia mulai aktivitas produksi dari pukul dua dini hari hingga selesai pukul delapan pagi.

“Saya generasi kedua, generasi pertama itu ayah saya mulai dari tahun 1976. Kalau saya produksinya lumpia, martabak tahu, tahu isi,” terangnya. (*)

Reporter : Wishnu/antara | Editor : Lutfiyu Handi

Latest news

Related news

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini