
Surabaya- Benteng terakhir dalam perang melawan pandemi Covid-19 adalah diri kita sendiri. Menjaga tubuh sehat dengan daya tahan tubuh kuat serta menerapka gaya hidup bersih menjadi salah satu kuncinya.
Sayangnya belum semua masyarakat paham apa saja yang harus dilakukan dalam meningkatkan imunitas diri. Padahal, di Indonesia banyak sekali bahan makanan yang berkhasiat untuk menjaga tubuh.
Hal tersebut disosialisasikan Universitas Wijaya Kusuma Surabaya(https://uwks.ac.id/ ) saat Program Studi Teknologi Industri Pertanian Fakultas Teknik melakukan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM).
"PkM ini dilaksanakan dengan peserta ibu-ibu PKK Perumahan Griya Santa Malang. Ibu-ibu kami pilih sebagai peserta karena ibu-ibulah yang memegang peran penting dalam penyediaan pangan dan bertanggungjawab pada Kesehatan keluarga," ujar Dr. Ir. Fungki Sri Rejeki, MP dalam keterangan tertulisnya, Kamis (2/7/2020).
Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 27 Juni 2020 dengan tema 'Peningkatan Daya Tahan Tubuh melalui Pangan Sehat'. Sebagai pembicara dalam kegiatan PkM ini adalah dosen program studi Teknologi Industri Pertanian Universitas Wijaya Kusuma Surabaya yang banyak berkecimpung di bidang Keamanan Pangan Marina Revitriani, S.TP, MP.
"Tujuan dari PKM adalah untuk sharing dan menambah wawasan masyarakat khususnya ibu rumah tangga dalam penyediaan makanan yang sehat dan bergizi untuk keluarga, pemilihan bahan makanan, cara pengolahan dan cara penyajiannya
Para dokter berpendapat bahwa virus bisa dilawan dengan menjaga dan meningkatkan imunitas tubuh, dengan menerapkan pola hidup sehat, menghindari stress dan mengkonsumsi suplemen apabila diperlukan,"lanjutnya.
Pola hidup sehat, selain dengan berolah raga ringan dan berjemur, konsumsi pangan yang sehat mempunyai peranan yang sangat penting dalam mempertahankan dan meningkatkan sistem imunitas tubuh.
"Konsumsi pangan yang sehat adalah menkonsumsi pangan yang bergizi, beragam, berimbang dan aman. Pangan yang begizi yaitu makanan yang mengandung semua nutrisi yang dibutuhkan yaitu protein, karbohidrat, lemak, serat, air, vitamin dan mineral," jelasnya.
Untuk meningkatkan imunitas maka diperlukan konsumsi pangan yang banyak mengandung anti oksidan yaitu sayuran dan buah. Antioksidan akan melawan radikal bebas yang mengganggu system imun. Selain itu perlu pula mengkonsumsi vitamin C, b3, B5, B6, E yang akan meningkatkan kinerja system imun dalam melawan infeks.
Beragam dan berimbang artinya mengkonsumsi berbagai jenis bahan pangan dengan jumlah nutrisi yang sesuai dengan kebutuhan tubuh. Dalam sehari kita harus mengkonsumsi 3-4 porsi makanan pokok, 2-3 porsi lauk pauk, 2-3 porsi buah-buahan, 3-4 porsi sayuran dan minum air putih. Aman berarti tidak mengandung bahan yang berbahaya, baik yang berasal dari bahan itu sendiri atau dari luar bahan.
Penyiapan pangan sehat dimulai dari pemilihan bahan baku sampai ke penyajian di meja makan. Penyediaan bahan pangan bisa dilakukan dengan belanja melalui media daring, di pedagang keliling maupun ke warung dan pasar tradisional. Penyediaan bahan pangan juga bisa dilakukan dengan cara menanam sendiri yang kita kenal dengan Rumah Pangan Lestari (RPL).
Rumah pangan Lestari adalah rumah penduduk yang mengusahakan pekarangan secara intensif untuk dimanfaatkan dengan berbagai sumberdaya lokal secara bijaksana yang menjamin kesinambungan penyediaan bahan pangan rumah tangga yang berkualitas dan beragam.
Keuntungan RPL untuk keluarga adalah sebagai sumber pangan fungsional misalnya tanaman sere, rosella, jahe, kunyit dsb, sebagai sumber pangan kaya antioksidan, misalnya kenikir, kelor, cincau, bayam, kangkung, cabai dsb, tanaman dipilih yang sering dikonsumsi keluarga, mendapatkan produk yang terbaik bagi keluarga karena segar, berkualitas, aman (tanpa pestisida), murah dan sajiannya lebih bervariasi, selain itu kita juga makan bertanggungjawab terhadap lingkungan, karena hanya memetik yang diperlukan dan limbah kembali kealam sebagai pupuk hijau.
"Proses pengolahan juga memegang peranan penting dalam penyediaan pangan sehat. Prinsip cara pengolahan yang baik adalah mencuci bahan dengan air mengalir sebelum dilakukan pemotongan bahan, apabila menggunakan suhu tinggi harus dilakukan secara singkat, kemudian harus segera dikonsumsi dan sebaiknya tidak dipanaskan ulang," jelasnya.
Ada beberapa cara pengolahan yang bisa dilakukan yaitu dengan pengukusan, perebusan, digoreng atau dibakar. Dengan proses pengolahan yang umumnya menggunakan panas, ada beberapa keuntungan yang diperoleh yaitu untuk membunuh bakteri dan jamur, menghilangkan beberapa senyawa racun dan senyawa antigizi yang secara alami ada pada bahan pangan, dan untuk meningkatkan tampilan bahan pangan dan cita rasa.
Selain itu ada juga beberapa kerugiannya antara lain berkurangnya nilai gizi terutama protein dan vitamin, semakin tinggi suhu pemasakan yang digunakan akan semakin banyak pula gizi yang hilang. Karena itu harus dikompromikan antara penggunaan suhu tinggi dan waktu pemasakannya.
"Cara penyajian juga harus diperhatikan, karena penyajian yang baik akan mempertahankan kualitas pangan dan akn meningkatkan selera makan," tuturnya.
Beberapa hal yang harus diperhatikan adalah setiap jenis makanan ditempatkan dalam wadah tertutup, makanan yang ditempatkan dalam wadah harus dipisahkan agar tidak bercampur, setiap bahan yang disajikan dalam penyajian merupakan makanan yang dapat dimakan, setiap penyajian disajikan panas, setiap peralatan yang digunakan harus bersih dan dalam keadaan baik, wadah yang digunakan harus yang food grade, setiap penanganan makanan maupun alat makan tidak kontak langsung dengan anggota tubuh terutama tangan dan bibir.(ist)