Khofifah: Target Jatim Juara Umum PON XX Papua

Malang – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mentargetkan juara umum dalam Pekan Olahraga Nasional (PON) XX 2020 di Papua. Untuk itu, sebanyak 600 atlet yang akan dikirim ke Papua dan 400 diantaranya digembleng guna menyiapkan mental bertanding mereka.

“Membentuk mental atlet yang tangguh itu membutuhkan proses yang panjang. Dalam pembinaan atlet dikenal empat pilar, yaitu biomedical, fisik, psikologis dan kesehatan dan gizi. Dengan digembleng di sini, harapannya bisa menjadi penguatan fisik dan psikologis,” kata Khofifah saat menutup rangkaian pelatihan pembinaan karakter di Lapangan Dodik Belanegara Rindam V/Brawijaya, Malang, Minggu (15/12).

Dia menandaskan, pembinaan karakter pada atlet yang akan berlaga di PON ini sangat penting guna memberikan penguatan mental para atlet agar mampu memberikan yang terbaik dalam laga di PON Papua mendatang. Sehingga, atlet tak unggul secara fisik dan ketahanan, tapi juga tahan jika suatu ketika terjadi goncangan. Dengan begitu mereka secara mental akan tengguh  dan memiliki  karakter juara yang kuat.

Lebih lanjut membangun mental juara menjadi hal yang penting dalam olahraga. Sebab olahraga bukan hanya menjadi sarana laga olah raga fisik  melainkan juga bentuk bela negara. Lewat olahraga, lagu Indonesia Raya bisa berkumandang dan merah putih dikibarkan  di penjuru dunia.

“Jika bangsa ini ingin jadi bagian yang  diagungkan oleh bangsa dunia, maka olahraga  merupakan salah satu sarananya. Olahraga adalah salah satu pintu masuk bela negara,” tegasnya.

Meski pelaksanaan PON XX tahun 2020 di Papua masih kurang sebelas bulan, Khofifah secara khusus berpesan agar penguatan pembentukan karakter ini dilakukan secara kontinyu hingga gelaran PON diselenggarakan. Khofifah meminta agar pelatih  dari Rindam V Brawijaya bisa berkeliling ke cabor-cabor untuk melakukan refreshing sampai saat dimana  atlet Jatim  siap berangkat berlaga di PON.

Gubernur perempuan pertama Jatim ini juga mengatakan, memang dalam PON XX ada pengurangan cabor  yang berpotensi mengurangi medali emas Jatim hingga  36  medali, tapi para atlet harus tetap optimistis punya peluang besar untuk menjadi juara umum. 

Sementara itu Ketua KONI Jatim Erlangga Satriagung menyampaikan ada sebanyak 600 atlet yang disiapkan untuk PON 2020 di Papua. Namun yang mengikuti pelatihan dan pendidikan karakter yang terbagi dalam dua gelombang ini hanya 400 atlet.

“Karena ada yang sedang ikut kejuaraan lain, ada sebagian juga masih mengikuti SEA Games. Kami harap lewat pembinaan ini atlet kita bisa mencetak juara, dan meraih juara umum,” tegas Erlangga. (ufi)


Latest news

Related news

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini