Mensos Minta Pendamping PKH Kerja Ikhlas

NTT (Lenteratoday) – Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini meminta pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) untuk bekerja ikhlas dalam mencari dan membantu warga yang membutuhkan guna mendukung peningkatan mensejahterakan warga.

“Kita tidak akan selesai kalau mereka belum sejahtera,” ujar Mensos Risma dalam kunjungan kerja ke Desa Golo Wune, Nusa Tenggara Timur (NTT), Minggu (25/2/2024).

Menurut Risma, para pendamping perlu mendengarkan dan mengomunikasikan kebutuhan-kebutuhan warga sekitar agar mereka hidup lebih sejahtera.

Dia mencontohkan ada pendamping PKH dari Yahukimo, Papua Pegunungan, yang rela berjalan kaki tiga hari dua malam demi mencari sinyal agar dapat mengomunikasikan kebutuhan warga kepada Mensos melalui video call.

Mensos Risma juga mengatakan dia tetap pergi ke NTT untuk membantu warga yang membutuhkan, meskipun ada risiko kesehatan yang dapat terjadi.

Menurutnya, pendamping perlu mengedepankan kesejahteraan warga terlebih dulu. Contohnya, kata dia, adalah dengan pengembangan desa melalui program padat karya guna membangun jalanan di desa serta pembangunan saluran air baik untuk pertanian atau untuk minum warga.

​​​​Selain itu Mensos menilai bahwa warga perlu diberdayakan agar dapat mengolah makanannya sendiri, supaya tidak bergantung pada yang lain. Ia mengatakan wilayah tersebut diberkahi Tuhan dengan tanah yang subur untuk pertanian dan peternakan, dan Kementerian Sosial (Kemensos) siap membantu warga untuk mengembangkan hal itu, misalnya dengan memberi bibit atau alatnya.

Baca Juga :  Resmikan SMPN 60, Komitmen Pemkot Surabaya Bangun Sekolah dari Pinggiran Kota

Dalam kesempatan itu Mensos Risms juga mengatakan akan membangun lumbung sosial sebagai inisiatif untuk memberi makan dan bahan-bahan pangan bagi warga yang membutuhkan bila ada kejadian seperti gagal panen atau bencana alam. “Nanti kalau habis lapor ke kami,” ujar Mensos.

Mensos Tri Rismaharini yang biasa disapa Risma mengunjungi Desa Golo Wune, Kecamatan Lamba Leda Selatan, Kabupaten Manggarai Timur, NTT, untuk merespon kasus Maria Evin yang diberitakan lewat media. Mensos Risma memberikan bantuan kepada Maria dan anak-anaknya berupa modal usaha tenun dan ternak.

Selain itu Kemensos memberikan bantuan berupa paket sembako serta alat bantu untuk warga dengan disabilitas, seperti kursi roda dan tongkat. (*)

Sumber : Antara | Editor : Lutfiyu Handi

Latest news

Related news

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini