Ormas Islam Surabaya Tuntut Presiden Prancis Minta Maaf

SURABAYA (Lenteratoday)-Kasus pembuatan karikatur Nabi Muhammad di Prancis berbuntut panjang. Ratusan umat Islam dari berbagai organisasi masyarakat (Ormas) Surabaya turun ke jalan, mereka menuntut supaya Mahkamah Uni Eropa memberikan sanksi terhadap Presiden Prancis Emmanuel Macron.

Massa ini mendatangi kantor Konsulat Kehormatan Prancis Jalan Mawar, Kota Surabaya. Massa ini datang untuk menyampaian aspirasinya untuk membela Nabi Muhammad SAW. Mereka mendesak kepada Mahkamah Uni Eropa untuk memberikan peringatan dan sanksi tegas kepada Presiden Prancis Emmanuel Macron.

“Kami ingin ada sanksi yang tegas terhadap Presiden Prancis Emmanuel Macron,” kata Koordinator aksi, Devi Kurniawan.

Baca Juga :  Ditemukan di Prancis, Cerpelai Terinfeksi Virus Corona

Ketua Ikatan  Mahasiswa Muhammadiyah Surabaya ini menuturkan, Ormas Islam yang ikut dalam aksi tersebut diantaranya PD Muhammadiyah Surabaya, Ikatan  Mahasiswa Muhamamdiyah (IMM), Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah ( Kokam), Front Pembela Islam (FPI) Surabaya dan lainnya.

Ormas-ormas ini sepakat untuk aksi bela Nabi Muhammad SAW karena Presiden Prancis melakukan penghinaan dengan mendukung keberadaan kartun Nabi. Dalam aksi ini juga membentangkan spanduk dan poster bertuliskan “Boikot Produk Prancis”, “Desak Presiden Prancis Emmanuel Macron minta maaf kepada umat Islam”. “Kami akan terus menyuarakan tuntutan ini,” ujarnya. (Sahlan)

Latest news

Related news

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini