Pantai Kelapa Tuban Terus Bertransformasi

TUBAN (Lenteratoday)-Kabupaten Tuban merupakan salah satu kawasan pesisir yang memiliki garis pantai terpanjang di Indonesia dengan panjang sekitar 66 kilometer (km). Uniknya, di sepanjang garis pantai tersebut hanya ada satu titik yang ditumbuhi rimbunnya pohon kelapa. Pantai Kelapa, begitu orang mengenalnya.

Saat masuk ke area pantai , lahan parkir dan pintu masuk sudah sangat tertata. Sehingga pengunjung tidak akan kesulitan untuk memasuki destinasi ini.  Rute menuju tempat wisata Pantai Kelapa Tuban ini cukup mudah. Dari arah Jakarta atau Semarang, bisa mengambil arah Manunggal Raya hingga Pertigaan Manunggal Utara ambil jalan lurus nantinya akan ada petunjuk yang mengarahkan ke Pantai Kelapa Tuban.Begitu juga dari arah Surabaya, bisa mengambil arah Paciran lurus terus sampai menemukan lokasi pantai di Desa Panyuran, Kecamatan Palang tersebut.

Memang, Pantai Kelapa sudah mulai dirintis sejak  2011 lalu. Namun mulai dikelola secara serius pada awal tahun 2017 dan terus bersolek hingga kini. Lebih mengesankan, pantai tersebut dikelola masyarakat sendiri.

Walhasil, warga yang telah berkunjung akan datang kembali ke pantai ini. Salah satu alasannya, selain pesona alamnya yang tak lekang oleh waktu juga karena selalu ada wahana baru di pantai tersebut. Teranyar, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Pantai Kelapa Tuban menawarkan EduTourism (wisata edukasi) pembuatan garam dan juga terapi kesehatan garam.

“Kami sadar harus terus bertransformasi mengikuti tren serta membuat inovasi yang bisa menarik peminat datang. Nah saat ini menurut kami sektor kesehatan menjadi salah satu perhatian masyarakat. Terapi kesehatan dengan garam laut inipun menjadi andalan di masa-masa mendatang. Meski saat ini memang belum banyak yang tahu, karena kami memang cukup baru memulainya,” ujar Ketua Pokdarwis Pantai Kelapa Tuban, Muhasan.

Pengunjung akan dibawa ke area khusus untuk terapi garam yang dibentuk seperti kolam kolam kecil berderet. Kolam-kolam kecil ini nantinya digunakan untuk merendam kaki. Air yang digunakan untuk merendam pun khusus. Yaitu campuran air laut dingin, air laut panas dan garam terapi yang diproduksi sendiri secara khusus oleh Pokdarwis Pantai Kelapa.

“Terapi garam ini sebenarnya merupakan rangkaian dai edutourism bertani garam yang kami hadirkan di area Green House Salt Tunnel. Namun, pengunjung bisa langsung memilih terapi garam saja tanpa harus mengikuti tour ke tunnel garam,” katanya.

Pengunjung yang ingin melakukan terapi cukup membayar Rp 20.000 untuk 25 menit terapi. Manfaat kesehatan yang diperoleh menurut promosi dari Pokdarwis sangat banyak.  Garam merupakan senyawa magnesium sulfat yang dipercaya dapat meningkatkan kadar magnesium dalam tubuh. Selain itu, garam yang dilarutkan dalam air hangat juga dapat membantu menjaga kesehatan kaki.

Merendam kaki menggunakan air garam akan membantu meredakan atau mengurangi rasa sakit yang dialami di area kaki. Kandungan di dalamnya membantu tubuh menjadi lebih rileks. Air garam juga diklaim memiliki kemampuan untuk membunuh jamur. Itu mengapa kaki yang terinfeksi jamur dapat diobati dengan rutin merendamnya dalam air garam. Selain itu, kandungan di dalamnya juga mampu mencegah terjadinya infeksi berulang pada area kulit.

“Jika mengalami infeksi pada kaki atau kuku kaki, bagian yang terkena infeksi bisa direndam dengan air garam selama 20 menit. Dengan alasan itu kami membuat kolam-kolam kecil ini. Jadi wisatawan yang terapi tidak saling tercampur satu dengan yang lain. Air rendaman garam juga langsung kami buang, setelah dipakai satu orang,” katanya.

Selain itu, ketika direndam menggunakan garam yang mengandung magnesium, racun dalam tubuh akan keluar secara alami. Selain proses detoksifikasi, mineral yang dibutuhkan dalam proses metabolisme akan terisi kembali dan berfungsi secara optimal.

Baca Juga :  Peringati HPN, PWI Tuban Gelar Kuliah Umum Hadirkan 3 Tokoh Ekonomi Nasional

Muhasan mengatakan jika Green House Salt Tunnel di Pantai Kelapa memproduksi dua macam garam. Pertama adalah garam konsumsi, yang kedua garam terapi untuk merendam kaki tersebut. Dikatakannya,  Green House Salt Tunnel bekerjasama dengan Universitas Brawijaya (UB) yang bertujuan untuk memberikan wahana edukasi kepada para pengunjung, khususnya para pelajar dalam proses pembuatan garam.

Pasalnya, Green House Salt Tunnel sendiri  merupakan proses pembuatan garam dengan menggunakan metode tunnel. Dimana, proses pembuatan dalam sistem terowongan ini  merupakan terobosan baru yang tidak seperti pembuatan garam pada umumnya.

“Sehingga bisa digunakan sebagai wahana edukasi bagi para pengunjung, khususnya para pelajar dalam hal proses pembuatan garam dengan sistem terowongan yang lebih aman dan nyaman serta lebih steril. SUdah banyak sekolah Tuban yang melakukan edukasi di sini,” katanya.

Menurut Hasan, sapaan akrabnya, inovasi ini dipilih lantaran adanya potensi alam yang melimpah di Wisata Pantai Kelapa, yaitu air laut. Sehingga ia berinisiatif untuk memanfaatkannya dan mengembangkannya sebagai wisata edukasi bagi para pengunjung. Setidaknya, kurang lebih sudah ada sekitar sembilan tunnel yang terpasang di wisata yang terletak di Kelurahan Panyuran, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban tersebut.

“Dengan demikian bisa berkelanjutan panjang selanjutnya kondisi negara kita secara menasional agaknya masih membutuhkan produksi banyak garam ini di tinjau dari sisi kebutuhan garam nya,” jelasnya.

Hasan berharap dengan adanya inovasi baru ini, maka diharapkan semakin bisa menarik pengunjung, “Kita ingginnya menjadi eduwisata bagi para pelajar yang membutuhkannya. Dengan demikian kunjungan wisata Pantai Kelapa memilih berbagai macam latar belakang dari yang berkeluarga dengan piknik atau para siswa yang ingin belajar,” katanya.

Terkait pesona alamnya, Pantai Kelapa menyajikan keindahan pesisir utara Pulau Jawa. Objek wisata ini juga dilengkapi dengan wisata kekinian, mulai antara lain berkuda, motor ATV, flying fox, kolam renang, mobil remote kontrol, maupun rumah balon. Outbound Tersedia juga fasilitas outbound untuk anak-anak dan dewasa.

Seperti namanya, Pantai Kelapa Tuban memiliki pohon kepala berjumlah ribuan sehingga membuat suasana di sekitar menjadi sejuk. Pohon kelapa di Pantai Kelapa menjadi keunikan dan ciri khas pantai. Pengunjung dapat melepas penat di bawah pohon kepala yang rindang sambil memandang lepas ke arah pantai. “Salah satu kekhasan di pantai ini adalah piknik keluarga dengan membawa makanan dari rumah. Jadi warga yang berjualan di sini memang andalan utamanya minuman dan yang paling diburu adalah kelapa muda khas Pantai Kelapa,” jelasnya.

Kelapa muda atau degan yang dihasilkan warga sekitar memiliki rasa segar dan serasa ada sodanya. Selain itu dagingnya juga tebal dan lembut. Tanpa diberi pemanis buatan atau gula, kesegaran degan Pantai Kelapa memang selalu menjadi incaran.

Pantai Kelapa memiliki fasilitas wisata yang lengkap, seperti toilet, musala, warung, tempat parkir, hiburan live musik, maupun tempat untuk prewedding. “Harga tiket masuk Pantai Kelapa Tuban sebesar Rp 10.000. Tarif parkir kendaraan pribadi sebesar Rp 5.000, mobil elf sebesar Rp 10.000, dan bus sebesar Rp 20.000,” katanya. Sementara wahana permainan memiliki tarif sendiri-sendiri, sekitar Rp 10.000 hingga Rp 15.000 untuk setiap permainan.  

Sebelumnya, Pantai Kelapa bak lokasi pembuangan sampah bahkan sering ditemukan kotoran manusia di sepanjang kawasan tersebut. “Kami yakin dari langkah bersama yaitu dulu awalnya dikira gila karena membersihkan pantai yang merupakan tanah orang, kini terbukti semua lahan di sini bisa dikelola menjadi lokasi wisata yang tentunya memberikan manfaat ekonomi besar bagi warga,” tutupnya.

Reporter:dya|Editor:widyawati


Latest news

Related news

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini