Paving Amblas, Dewan Minta Dinas Cipta Karya Memberi Ganti Rugi pada Warga

Surabaya – Komisi C DPRD Kota Surabaya meminta pada Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang untuk mengganti rugi amblesnya paving sepanjang 135 meter di Kelurahan Krembangan akibat tidak tuntasnya pembangunan Box Culvert. Permintaan tersebut disampaikan Komisi C DPRD Kota Surabaya saat hearing dengan Dinas terkait . 

Ketua Komisi C DPRD Kota Surabaya, Baktiono mengatakan seusai hearing pada Rabu (11/3/2020) meminta pada pihak Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang untuk mengganti semua kerugian yang ditanggung. Tak hanya itu nantinya Pemkot akan mendorong kontraktor untuk bertanggung jawab. 

“Jadi intinya pihak pemkot nantinya juga bertanggung jawab akan hal tersebut. Mendorong pihak kontraktor untuk segera menyelesaikan,” katanya. 

Selain itu, dirinya juga berpesan jika tidak perlu melakukan black list kontraktor tersebut, sebab mereka juga berperan dalam pembangunan Kota Surabaya. 

“Kita jangan gampang mem-black list karena mereka juga turut andil dalam pembangunan Kota Surabaya. Hanya saja jika ada kesalahan-kesalahan kecil seperti ini memang harus segera dimusyawarahkan kemudian diselesaikan kekurangannya,” katanya. 

Baca Juga :  Sungai Pagesangan Mengenaskan, Komisi C DPRD Surabaya Desak Pemerintah Turun Tangan

Sementara itu, Baktiono juga mengapresiasi kepada Ketua RT 01 RW 3 Kelurahan Krembangan  yang berani menyampaikan keluh kesah terhadap pembangunan yang merugikan mereka. “Sampai menggunakan kas RT untuk memperbaiki sisa-sisa pembangunan box culvert. Agar warganya tidak celaka dan lingkungannya tetap bagus. Ini langkah yang harus kita apresiasi kepada Ibu RT,” ujarnya.

Disisi lain, Ketua RT Loediana mengatakan jika pada akhirnya mereka bergotong royong untuk membenahi jalan yang ambles. “Jadi akhirnya secara swadaya kami gotong royong bersama warga menggunakan uang kas RT untuk merapikan kembali paving,” ujar Loediana.

Pada kesempatan yang sama, Lodieana juga berterima kasih kepada Pemerintah Kota Surabaya yang telah memasang box culvert di daerah tersebut. Sebab dengan adanya program ini kampunya tidak lagi menjadi langganan banjir. 

“Biasanya kalo hujan deres langsung masuk ke rumah saya. Ini setelah ada box culvert tidak seperti itu lagi,” pungkasnya. (ard/adv)


Latest news

Related news

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini