Pemkot Malang Klaim Warung Tekan Inflasi Sukses Jaga Stabilitas Harga Pangan

MALANG (Lenteratoday) – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang mengklaim keberhasilan Warung Tekan Inflasi (WTI) dalam menjaga stabilitas harga bahan pokok di tengah fluktuasi inflasi. Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang, Eko Sri Yuliadi mengatakan, WTI mampu memberikan pengaruh yang signifikan terhadap harga bahan pokok, terutama dalam momen Lebaran kemarin.

“WTI itu sudah sangat bisa berpengaruh terhadap harga bahan pokok terutama beras, kemudian bawang merah dan cabai. Jadi pengaruhnya menjelang Lebaran kemarin cukup bagus,” ujar Eko, saat dikonfirmasi awak media, Kamis (18/4/2024).

Eko menambahkan, pengaruh program WTI terhadap inflasi terasa lebih signifikan di awal pertama program ini diluncurkan, yakni akhir tahun 2023. Dijelaskannya, setelah diaktifkan WTI pada 24 Desember 2023, angka inflasi Kota Malang berhasil turun bahkan mencapai deflasi per Januari 2024.

Saat ini, sambung Eko, meskipun kenaikan inflasi kembali terjadi, namun daya beli masyarakat masih terjangkau berkat WTI. Menurutnya, pengaruh WTI dalam menekan harga pangan cukup besar, mencapai antara 7-10 persen.

“Artinya WTI sudah cukup efektif untuk menjaga ketersediaan dan harga bahan pokok, tapi juga harus didukung dengan program yang lain. Seperti pasar murah, kios pangan, gerakan pangan murah (GPM), operasi pasar, itu harus selalu digalakkan,” tegasnya.

Terpisah, Penjabat (Pj) Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menambahkan, sepekan pasca Lebaran, ketersediaan dan harga kebutuhan pangan masyarakat Kota Malang masih tetap terkendali. Wahyu menegaskan, langkah-langkah telah diambil untuk memastikan stok pangan yang memadai sejak sebelum Hari Raya Idul Fitri 1445 Hijriah.

Baca Juga :  Kendalikan Inflasi, DKPP Kota Kediri Pantau Harga Pangan di Pasar Grosir

“Stok pangan sudah siap, karena kami telah memprediksi kenaikan kebutuhan-kebutuhan pangan menjelang Lebaran. Kami juga melakukan pemantauan secara langsung ke pasar dan masyarakat untuk memastikan ketersediaan pangan,” jelas Wahyu.

Meskipun demikian, Wahyu menekankan perlunya pemantauan terhadap stok beberapa komoditas pangan dan intervensi harga untuk menjaga stabilitas bahan pokok di pasaran. “Kami akan terus memantau dan melakukan intervensi harga terhadap komoditas-komoditas tertentu agar harga tetap terkendali,” tambahnya.

Lebih lanjut, Wahyu mengungkapkan perkiraannya terkait kenaikan harga sembako pasca Lebaran. Beberapa komoditas seperti beras, telur, dan daging ayam diperkirakan akan mengalami kenaikan harga, namun Pemkot Malang akan melakukan intervensi untuk menjaga stabilitas harga.

Sebagai informasi, data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang mencatat, inflasi month to month (mtm) Kota Malang pada bulan Januari 2024 sebesar -0,23 persen atau mengalami deflasi, sementara pada Februari 2024, inflasi naik menjadi 0,50 persen, dan di bulan Maret berada di angka 0,66 persen, melebihi rata-rata nasional yang sebesar 0,52 persen.

Reporter: Santi Wahyu / Co-Editor: Nei-Dya

Latest news

Related news

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini