Pertama di Indonesia, National Hospital Bangun Stasiun Pengisian Mobil Listrik

SURABAYA (Lenteratoday) – National Hospital baru saja menghadirkan inovasi berupa stasiun pengisian mobil listrik atau EVCS (Electric Vehicle Charging Station).

Inovasi hasil kolaborasi antara National Hospital bersama Utomo+ ini merupakan yang pertama di Indonesia bagian timur.

CIO National Hospital Alexander Ang mengatakan, hadirnya EVCS merupakan bentuk komitmennya dalam menjaga lingkungan bersama masyarakat serta pemerintah.

Ia mengatakan inovasi yang dihadirkan dilengkapi dengan fitur modern dan canggih. “Jadi, pasien yang sedang berobat di National Hospital ini bisa disambi dengan mengisi mobil listriknya di EVCS kami,” ucapnya saat peluncuran EVCS, Rabu (17/4/2024).

Selain itu, kehadiran SPKLU (stasiun pengisian kendaraan listrik umum) pertama di rumah sakit Indonesia ini bertujuan untuk membantu menurunkan pencemaran udara akibat emisi yang dihasilkan oleh kendaraan bermotor. 

Berdasarkan data yang dihimpun, pada tahun lalu, dilaporkan 174.222 orang Surabaya terpapar infeksi saluran pernapasan atas (ISPA). “Karena itu, kami juga ingin berpartisipasi dalam menciptakan udara yang lebih sehat dengan menghadirkan SPKLU di National Hospital,” tuturnya.

Sementara itu, CEO National Hospital Ang Hoey Tiong mengungkapkan, sejak kali pertama dibangun, pihaknya berupaya untuk menciptakan energi hijau. Salah satunya dengan membangun gedung yang ramah lingkungan dan hemat energi.

Bahkan untuk operasional, pihaknya memakai mesin pendingin dengan sistem VRV generasi III. Dengan mesin pendingin tersebut, National Hospital mampu menghemat energi listrik sebesar 242.220 KW/ tahun. 

“Kami siap mendukung untuk Indonesia bebas emisi gas pada 2060. Untuk menuju langkah besar, maka perlu untuk membuat langkah kecil. Ini sebagai langkah kecil kami untuk Indonesia lebih baik di masa akan datang,” jelasnya.

Selain pendingin ruangan, Ang Hoey Tiong mengungkapkan bahwa penghematan energi juga dilakukan melalui pencahayaan dengan menggunakan sunegergy glass jika dikonversi ke energi listrik bisa menghidupkan AC rumah selama satu tahun sebanyak 86 rumah. 

“Kami memasang teknologi artificial intelligence untuk AC juga di gedung. Jadi, bisa lebih efisien dalam penghematan energi. Suhu AC menyesuaikan kondisi yang ada di dalam gedung,” ungkapnya.

Tak hanya itu, dari sisi desain, bangunan National Hospital didominasi kaca yang membujur dari timur ke barat. Sehingga, cahaya yang masuk ke gedung dari arah utara dan selatan tak menatap langsung. 

Sementara itu, Anthony Utomo selaku Managing Director Utomo Charge+ menuturkan, untuk EVCS yang disediakan termasuk Fast Charger dan mampu mengisi daya cepat mulai dari 20 menit. 

“Sebagai provider SPKLU dengan jaringan terbesar se-Asia Tenggara. Anda pun dengan mudah #ChargingEVerywhere hanya dengan satu aplikasi Charge+ yang terintegrasi,” tukasnya.

Reporter: Amanah (mg)|Editor: Arifin BH

Latest news

Related news

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini