PKH Plus Untuk Peningkatan IPM

Jakarta – Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk berupaya meningkatkan indeks pembangunan manusia (IPM). Salah satunya melalui Program Keluarga Harapan (PKH) Plus.

Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak di hadapan Sekretaris Deputi Bidang RB, Pengawasan dan Akuntabilitas Aparatur Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB), Didid Noordiatmoko di Kantor KemenPAN-RB Jakarta, Selasa (17/12), mengungkapkan bahwa PKH Plus, merupakan bantuan sosial khusus untuk lansia. Total ada sebanyak 50 ribu lansia di Jatim yang menjadi penerima manfaat PKH Plus.

Menurutnya, peningkatan IPM merupakan sebuah upaya bersama yang dilakukan secara kolektif, tidak hanya satu organisasi perangkat daerah saja. Salah satu contoh dalam menangani kemiskinan yakni tidak hanya lewat intervensi bantuan Dinas Sosial saja.

Tetapi juga ada sinergi dari OPD lain. Seperti pembinaan ekonomi oleh Dinas Koperasi dan UKM, kemudian dalam mendorong ketersediaan barang yang terjangkau di tempat-tempat yang rawan fluktuatif harga oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan. “Hal-hal seperti inilah yang perlu ara konsistensi peran-peran lintas OPD untuk mencapai peningkatan IPM,” jelasnya.

Dia mengungkapkan kalau Gubernur telah menetapkan 10 desa prioritas. 10 desa tersebut untuk penerima PKH Plus Lansia yang jumlahnya sekitar 50 ribu penerima. Seperti di Bojonegoro, Kediri, Malang, Jember, Lamongan, Bangkalan, Tuban, Probolinggo, Sampang dan Sumenep,” ujar Emil Dardak panggilan akrab Wagub Jatim itu.

Lebih lanjut disampaikannya, PKH Plus bertujuan untuk membantu penguatan secara fokus pada lansia pra sejahtera. Karena itu, program tersebut akan dilanjutkan pada tahun anggaran 2020.

“Jadi PKH Plus ini bagian dari strategi 3S,  yakni disebut suplemen, sinergi dan sinkronisasi,” imbuhnya. (ufi)





Latest news

Related news

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini