
PROBOLINGO (Lentetatoday) - Untuk menjelajahi kawasan wisata Bromo Tengger Semeru National Park ternyata tidak semudah berwisata di lokasi lainnya di Indonesia.
Medan yang curam serta lautan pasir di lokasi wisata Gunung Bromo memang menguji nyali tiap wisatawan, baik wisatawan domestik maupun mancanegara.
Untuk mencapai sejumlah lokasi wisata di taman nasional tersebut, para wisatawan biasanya menumpang mobil jeep yang dibawa oleh para tour guide agen travel setempat.
Hal tersebut karena para driver jeep itulah yang mengetahui secara persis tingkat kesulitan medan yang akan dilewati. Lenteratoday pun menaiki mobil jeep berwarna merah dan duduk pada bagian belakang.
Perbedaan sangat terasa jika melewati kawasan curam dan terjal menggunakan jeep. Adrenalin pun ikut diuji karena jalan yang berliku menuruni tebing hingga akhirnya sampai pada lautan pasir.
Aksi saling mendahului antara jeep pun dirasakan pada Sabtu (11/6/2022), saat jeep memasuki kawasan wisata Kawah Bromo, Pasir Berbisik, dan Savana atau Bukit Teletubbies.
Lautan pasir tersebut tentunya bukan merupakan jalan yang rata dan tidak ada bebatuan. Kerap jeep bergoyang lantaran harus melindas batu di antara hamparan pasir.
Kendati demikian, aksi tersebut cukup menghibur LenteraToday dikarenakan banyaknya jeep yang membawa wisatawan memasuki kawasan Bromo Tengger Semeru National Park itu di akhir pekan.
Mengenai tarif yang dikenakan agen travel untuk para wisatawan yang ingin menikmati empat lokasi wisata di taman nasional tersebut, seorang tour guide mengatakan bahwa agen travelnya menawarkan tarif sebesar Rp 600 ribu untuk mengantar dan menemani para wisatawan mengunjungi 4 lokasi.
Keempat lokasi tersebut mulai dari mengejar sunrise di Bukit Kingkong hingga berfoto di hamparan rumput Savana atau sering disebut Bukit Teletubbies.
"Kalau untuk tarif, kita kasihnya 600 ribu buat ngunjungin empat lokasi di Bromo ya, kayak Sunrise point di Bukit Kingkong, Kawah Bromo, Pasir Berbisik, sama Savana," ujar Dhea Sulasmi kepada LenteraToday.

Saat ditanya apakah para wisatawan bisa membawa sendiri jeep yang disewa, ia menegaskan penyewaan tersebut termasuk juga dengan pendampingan driver dan seorang tour guide.
Menurutnya, hal tersebut sengaja dilakukan karena supir yang mengetahui medan yang akan dilalui menuju Bromo.
Selain itu tour guide juga diperlukan untuk menjadi pengingat wisatawan agar mereka selalu tepat waktu.
"Wah nggak bisa kalau dilepas gitu aja, harus pakai driver (supir) dan tour guide ya, karena driver yang tahu medan, dan tour guide yang akan mengingatkan mereka (wisatawan) agar disiplin waktu," terangnya.
Tarif tersebut, katanya, diterapkan mulai pukul 12.01 WIB hingga 10.00 WIB. Ia menuturkan, penerapan waktu tersebut memang disesuaikan dengan agenda awal yakni mengejar sunrise di Bukit Kingkong.
"600 ribu itu kita nerapinnya kan dari jam 12 lewat, sampai jam 10 pagi lah, karena mulainya kan memang buat ngejar matahari terbit (sunrise)," katanya. (*)
Reporter : Sahlan Kurniawan | Editor : Lutfiyu Handi