04 April 2025

Get In Touch

Seni Menata Koper Sebelum Berhaji

Regu kami sengaja mewarnai tali dengan warna khas Persebaya dan Persija
Regu kami sengaja mewarnai tali dengan warna khas Persebaya dan Persija
Dr. Aryo Nugroho, M.T.

TEGANG dan deg-degan menunggu PCR sudah berlalu. Alhamdulillah. Hasil tes PCR  jamaah calon haji 2022 Kelompok Bimbingan Haji dan Umrah (KBIHU) Nurul Hayat Surabaya semua dinyatakan lolos.

InsyaAllah, rombongan yang tergabung dalam kloter 37 embarkasi Surabaya ini bakal berangkat hari ini, Kamis (30/6/2022). Sebelumnya ada upacara pelepasan di Masjid Al Akbar Surabaya pukul 14.00 wib.

Tantangan lain kembali hadir. Kali ini terkait pengepakan barang di koper untuk perjalanan haji. Tahun 2022 jamaah haji embarkasi Surabaya mengalami situasi unik  -kalau enggan disebut kurang beruntung.

Menurut informasi, ada gangguan pada landasan pacu bandara International Juanda. Panjang landasan menjadi tak optimal bagi pesawat berbadan lebar dengan jelajah yang jauh. Kabarnya akibat adanya renovasi landasan pacu.

Semula semua jamaah haji embarkasi Surabaya akan dialihkan melalui Solo atau Jakarta. Opsi ini tentu menimbulkan risiko sangat berat. Jamaah haji asal Surabaya naik bis menuju Solo atau Jakarta. Tentu saja -selain merepotkan, biaya transportasi pun membengkak.

Menghadapi situasi ini Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa kabarnya tidak setuju. Dia paling bersemangat mengupayakan agar keberangkatan tetap dari Bandara Juanda Surabaya di Sidoarjo.

Konon beberapa kali rapat digelar baik di Surabaya hingga di Kemenetrian Perhubungan Jakarta.

Atas dukungan banyak pihak, upaya Gubernur Khofifah membawa hasil. Keputusan bulat: jamaah haji embarkasi Surabaya berangkat dari Bandara Juanda.

Namun ada konsekuensi yang harus ditanggung jamaah haji. Ketentuan berat bagasi dibatasi hanya 15 kg per penumpang atau hanya separuh dari normal yang 30 kg.

Sedangkan barang bawaan kabin dibatasi hanya sekitar 5 kg saja.

Selanjutnya pesawat hanya akan diisi bahan bakar secukupnya untuk mencapai Jakarta, lalu technical landing mengisi bahan bakar penuh di sana. Dan barulah pesawat bergerak menuju Saudi Arabia.

Hal ini tentu memusingkan jamaah, terutama keinginan membawa beberapa bahan makanan seperti kecap, abon, bumbu pecel dan lainnya.

Memang lidah kadang tak bisa kompromi dengan masakan setempat. Meski mulai tahun ini jamaah haji akan mendapatkan 3 kali makan per hari.

Dengan ketersediaan menu Indonesia, sebenarnya tak perlu lagi membawa alat-alat yang agak berat, beras, gula, kopi, minyak dan lainnya.

Meskipun begitu bumbu pecel, kering tempe, abon tentu tak akan dilewatkan untuk dibawa. Makanan khas yang memanjakan lidah sekaligus tombo kangen masakan tanah air tercinta.

Hampir tiap hari WAG dipenuhi tips mengatur barang bawaan. KBIHU Nurul Hayat memberikan panduan barang bawaan secara rinci. Maksudnya agar memudahkan jamaah dalam menata kopernya.

Hari Rabu(29/6/2022) seluruh koper milik jamaah agar dikumpukan di KBIHU Nurul Hayat yang berada di kawasan Rungkut.

Sebelum diterima petugas, koper harus ditimbang. Koper milik saya kelebihan beban. Terpaksa membongkar isi koper. Mengeluarkan bawaan kering tempe dari posisinya. Rasanya tak rela, tapi demi memenuhi regulasi mau tak mau saya harus mematuhinya.

Selanjutnya atribut koper sesuai kesepakatan rombongan dan regu dipasang. Sebuah ikhtiar untuk memudahkan mengenali koper di antara ratusan koper lainnya.

Akhirnya kegiatan ini selesai, dan kami yang tergabung dalam rombongan 1 regu 6 bisa tersenyum puas.

Inilah seni menata koper sebelum berangkat menunaikan ibadah haji. Satu demi satu perjuangan untuk berangkat ke tanah suci telah kami selesaikan.

Semoga segala daya upaya menyelesaikan tantangan ini menjadi bagian dari amal ibadah yang bisa diterima di sisi Allah SWT. Mari kita saling mendoakan!

Penulis: Dr. Aryo Nugroho, M.T. -Dosen/Jamaah Haji Kloter 37 Surabaya|Editor: Arifin BH

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.