
BANYUWANGI (Lenteratoday) -Ibarat mimpi, namun nyata. Seorang pencari barang bekas mendapatkan undangan melakukan ibadah haji tahun ini dari pemerintah Arab Saudi.
Hal ini yang dialami Ahmad Kholil, warga Dusun Sukomukti, Desa Sukorejo, Kecamatan Bangorejo, Banyuwangi.
Tak membayangkan sebelumnya, Kholil, panggilan akrabnya tercatat sebagai peserta haji Furoda. Status ibadah haji ini sangat istimewa. Selama di tanah suci mendapatkan fasilitas spesial.
Masuknya Kholil sebagai peserta Haji Furoda terbilang istimewa. Sebab, sejak awal pria ini tidak pernah mendaftar sebagai peserta haji. Maklum, pendapatannya sebagai pencari barang bekas tak memungkinkan mendaftar haji.
Keinginan berhaji sejatinya sudah dimiliki Kholil sejak lama. Dia menabung sejak tahun 2010. Hingga tahun 2022 ini, baru terkumpul Rp8 juta. Cukup berat jika berangkat haji.
Namun, keajaiban muncul tahun 2019. Mendadak dia dihubungi agen perjalanan haji dari Jakarta. Namanya tercatat sebagai Haji Furoda. Merasa tak pernah mendaftar haji, kabar itu diabaikannya. Kebetulan juga sedang ada wabah pandemi, ibadah haji ditiadakan.
Tidak disangka, kabar serupa datang lagi Ramadhan 2022. Kholil diminta bersiap haji Furoda. Kabar ini kembali diabaikan. Dia baru yakin setelah Lebaran kemarin kembali dihubungi agen haji yang sama.
"Jadi, dijelaskan jika seharusnya saya berangkat haji tahun 2019, karena pandemi keberangkatan baru tahun ini," kata Kholil.
Begitu yakin, Kholil langsung mengurus administrasi haji, mulai paspor dan lainnya. Ajaibnya, semua bisa lancar.
"Sungguh saya tidak pernah menduga. Kami sangat bersyukur bisa berangkat haji," kata Kholil semangat
Pengurus musala
Ahmad Kholil sejauh ini juga dikenal sebagai pengurus musala. Pria ini hampir setiap hari menjadi imam ketika sholat berjamaah. Dia juga dikenal sebagai keluarga santri.
Sejak remaja, Kholil, panggilan akrabnya sudah masuk pondok pesantren. Begitu juga saudara-saudaranya.
"Kholil itu memang menjadi pengurus mushola, kalau sholat berjamaah selalu menjadi imam," kata Mahfud Syamsul Hadi, kakak Kholil, mengutip tvonenews.com, Senin (4/7/2022).
Namun, sejak remaja, Kholil memang bermimpi bisa berangkat haji. Meski, penghasilannya pas-pasan. Dia juga rajin bekerja hingga larut malam.
Namun, sejak remaja, Kholil memang bermimpi bisa berangkat haji. Meski, penghasilannya pas-pasan. Dia juga rajin bekerja hingga larut malam.
Ketika siang, Kholil berburu kardus bekas, termasuk sepeda bekas. Begitu malam, dia mengecat sepeda bekas itu untuk dijual lagi.
"Kalau ditegur jika bekerja sampai malam, jawabnya pasti biar bisa naik haji," jelas Mahfud.
Kini, Kholil sudah menjalankan prosesi haji di Mekkah. Bahkan, sudah mengikuti tawaf. Keluarga juga menggelar doa di rumah, berharap Kholil bisa mengikuti rangkaian haji dengan lancar.
"Kami juga terus berkomunikasi dengannya. Saat ini kondisinya sehat," ujar Mahfud.
Rencananya, keluarga akan menggelar penjemputan di Bandara Blimbingsari, Banyuwangi, 31 Juli 2022 mendatang (*)
Editor: Arifin BH