04 April 2025

Get In Touch

Suhu Maksimal Arab Saudi Selama Haji Diperkirakan 42-44 Derajat Celsius

Kepadatan di depan Kabah Jumat (3/7/2022) menjelang shalat Maghrib (AryoNygroho)
Kepadatan di depan Kabah Jumat (3/7/2022) menjelang shalat Maghrib (AryoNygroho)
Dr. Aryo Nugroho, M.T.

PUSAT Meteorologi Nasional (NCM) Arab Saudi melaporkan suhu maksimal di Tanah Suci selama musim haji 2022 saat siang hari diperkirakan antara 42-44 derajat Celsius. Selain itu, di tempat suci dapat terjadi aktivitas angin di permukaan pada siang hari.

Kemungkinan awan hujan akan terbentuk di ketinggian wilayah Makkah selatan selama periode dari 9-13 Dzulhijah tidak dikecualikan. Hal ini dapat mempengaruhi tempat-tempat suci dengan angin berdebu aktif.

Mengutip dari Saudi Gazette, Minggu (3/7/2022), NCM melaporkan di Situs Suci juga mungkin akan didapati aktivitas angin permukaan pada siang hari selama musim haji 2022.

Selain itu, debu dapat terangkat, dengan kecepatan hingga 35 km per jam, terutama di area terbuka dan jalan raya.

"Arah angin secara umum akan berembus dari barat laut ke barat," tulis Pusat Metereologi Nasional Arab Saudi.

Di tengah suhu yang cenderung panas saya berangkat dari hotel berniat melaksanakan sholat Dhuhur hingga Maghrib. Namun karena regu kami mendapat giliran mengkoordinir pengambilan konsumsi maka bergeser untuk melaksanakan sholat Ashar ke Maghrib

Bersama beberapa jamaah KBHIU Nurul Hayat, kami naik taxi dari Hotel menuju Masjidil haram. Kami mendapatkan kendaraan taxi Hyundai Staria dengan harga kesepakatan 50 Riyal untuk 8 orang.

Harap diketahui taksi di Makkah bukanlah seperti taxi di Indonesia pada umumnya. Disini sopir taksi bisa saja ambil penumpang lain kalau ada kursi kosong. Kebetulan kali ini delapan penumpang penuh. Terdiri dari 4 pasang suami istri.

Taxi kami hanya sampai di pelataran Masjidil Haram dekat Hotel Zamzam Tower. Kami mencari tempat bagi para istri, baru kemudian para suami mencari posisi.

Sambil menunggu sholat ashar. Kami lantunkan dzikir dan doa. Teringat saya akan form titipan doa. Dan mulailah satu persatu saya buka dan bacakan di depan Kabah.

Titipan doa

Ketika satu demi satu kerabat dan kolega tahu jika saya Bersama istri bakal beribadah haji, berbagai reaksi muncul.

Pelataran Masjidil Haram, Jumat (3/7/2022)

Reaksi pertama dari mereka yang sudah pernah berhaji. Biasanya akan turut senang sambil berucap syukur serta tersirat kerinduan untuk kembali ke tanah suci

Reaksi kedua dari mereka yang belum berhaji, ada yang tenang saja karena memang belum merasakan gairah dan perasaan bahagia mendapatkan panggilan Ilahi.

Reaksi ketiga ada yang heran, koq bisa saya berangkat. Dianggapnya saya tak pernah terpikir mendaftar haji. Karena saya biasanya tak pernah membahas tentang haji. Bahkan mungkin bisa jadi dianggap belum pantas.

Dikiranya kami berhaji menggunakan haji plus ataupun Furoda. Padahal kami mendaftar sejak 2011 dan menunggu cukup lama.

Secara berkelakar ada yang mengatakan, saya dan istri dalam berhaji menggunakan jalur prestasi. Mungkin karena lagi masanya pendaftaran siswa baru lewat jalur prestasi. Ah, ada-ada saja...

Konsekuensinya, mulail muncul titipan doa agar bisa dipanjatkan di depan Kabah. Karena banyak titik tempat berdoa yang pasti dikabulkan jika berdoa di tempat ini.

Saya membuat form doa secara digital menggunakan fasilitas Microsoft Form dan Google Form untuk dibawa istri. Tentu ini amanah yang berat dan harus ditunaikan segala titipan doa ini harus kami lantunkan.

Pengalaman yang mengesankan. Hampir 50 doa saya lantunkan. Belum lagi dari Google Form milik istri saya. Banyak sekali doa-doa yang ditujukan kepada saya dan istri. Terima kasih pada semua yang sudah mendoakan kami.

Kami juga berdoa untuk seluruh keluarga dan kolega. Semoga apa yang saya dan istri lakukan bermanfaat.

Penulis: Dr. Aryo Nugroho, M.T. -Dosen/Jamaah Haji Kloter 37 Surabaya|Editor: Arifin BH

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.