

SIANG hari. Terik matahari menyengat. Pukul 13.30 waktu Saudi, (Kamis, 7/7/2022) bus jamaah Kloter 37 embarkasi Surabaya memasuki kawasan perkemahan di Arafah. Berhenti di lokasi maktab 9 tempat kami akan bermukim. Udara sekitar cukup panas apalagi kami baru keluar dari bus dengan pendingin udara.
Hanya berjalan beberapa blok sudah tiba di kemah nomer 64. Kemahnya berangka baja, cukup kuat. Tersedia juga 3 mesin pendingin udara di beberapa titiknya.
Rupanya upaya sidak Menteri Agama RI menuai hasil. Meski masih berdesakan, setiap jamaah dapat menempati kasur tipis yang dilengkapi seprei dan bantal. Menurut informasi baru sekarang bisa dinikmati jamaah Indonesia.
Seorang jamaah kloter 37 teman satu regu saya, Villas Robina menyampaikan rasa puas atas layanan dari maktab ini. Pria yang berprofesi sebagai notaris di Sidoarjo ini bahkan bisa beberapa kali tidur nyenyak meski berdesakan.
Kemah ini ditempati bersama jamaah dari KBIHU Nurul Hayat, Nurul Faizah, Pesawat dan RA/Pertamina. KBIHU Bryan Makkah pimpinan KH Imam Hambali menempati kemah di sebelahnya.
Toilet dan tempat wudhu sangat dekat kemah kami. Bangunannya terbagi 2 sisi. Sisi pertama untuk jamaah putri dan sisi sebaliknya untuk jamaah putra.
Jatah makan siang sudah tersedia. Ada 1 set perlengkapan untuk membuat kopi dan teh baik kopi sachet, teh celup, gula hingga gelasnya. Sedangkan air panas disediakan di sisi luar tiap pintu tenda.
Jumat (8/7/2022) dini hari kembali kami melakukan shalat Taubat dan shalat Hajat. Dipandu pembimbing utama KBIHU Nurul Hayat, KH. Mas Ahmad Nawawi. Selanjutnya jamaah dipersilakan melakukan dzikir dan doa sambil menunggu saat shalat Subuh.
Usai sholat subuh, pimpinan KBIHU Nurul Faizah, Dra. Hj. Mihmidaty Al-Faizah, M.Pd.I memberikan tausiah kepada para jamaah di tenda 62. Beliau mengajak untuk mensyukuri nikmat berhaji yang bertepatan dengan Haji Akbar. Seluruh dosa dan kesalahan kita di masa lalu dapat terampuni. Bahkan dengan mendoakan orang yang pernah sengaja maupun tidak teraniaya oleh kita.
WUKUF
Kegiatan puncak haji adalah wukuf di Arafah. Dimulai dari tergelincirnya matahari atau sejak adzan Dhuhur.

Atas kesepakatan dengan seluruh pengurus KBIHU di kemah ini, maka kutbah wukuf diamanahkan kepada KH M. Nur Hidayat yang sekaligus sebagai TPIH atau lebih akrab dikenal sebagai Kyai Kloter.
Dengan kesepakatan ini tak akan ada KBIHU yang merasa lebih unggul. Demikian juga pembagian petugas lain dibagi merata antar KBIHU. Sungguh rukun dan kompak. Inilah keistimewaan yang kami peroleh yaitu Haji Akbar.
KH. M Nur Hidayat mengajak hadirin untuk bersyukur, karena ridho Allah kita terpilih bisa berhaji pada tahun 2022.
Masih banyak dosa dan kesalahan kami, tapi kami bersyukur Allah memperjalankan kami dari Indonesia memenuhi panggilan-Nya. Sungguh kami benar-benar menikmati panggilan Allah ini (*)
Penulis: Dr. Aryo Nugroho, M.T. -Dosen/Jamaah Haji Kloter 37 Surabaya|Editor: Arifin BH