05 April 2025

Get In Touch

Wisata Alam Kota Batu Jadi Destinasi Paling Diminati

Muchamad Dadi, Ketua Fordewi dan anggota BPPD Kota Batu
Muchamad Dadi, Ketua Fordewi dan anggota BPPD Kota Batu

BATU (Lenteratoday) – Wisata alam di Kota Batu ternyata menjadi destinasi yang paling banyak diminati oleh para wisatawan dari wisata lainnya. Meski demikian, secara umum, Batu menjadi kota wisata yang cukup banyak dikunjungi wisatawan.

Ketua Forum Desa Wisata (Fordewi) Kota Batu, Muchamad Dadi, menyampaikan saat ini ada total 24 desa wisata dari 3 kecamatan di Kota Batu. Masing - masing desa mempunyai potensinya sendiri, misalnya potensi desa berupa UMKM, budaya, dan alam.

"Kita membedakan sesuai dengan geografis Kota Batu, jadi ada 3 kecamatan yang punya karakteristik berbeda. Junrejo terkenal dengan UMKM-nya, kemudian wisata budayanya. Kecamatan Bumiaji terkenal dengan wisata alamnya, kemudian ada potensi di pertaniannya juga. Terakhir yakni kota Batu sendiri, kita ada wisata kuliner, baik kuliner tradisional maupun internasional atau campuran," ungkap Dadi, selaku Ketua Fordewi Kota Batu saat dihubungi via telepon, Jumat (5/8/2022).

Anggota Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) wilayah Kota Batu tersebut menyampaikan bahwa dari banyaknya desa yang berada di Kota Batu, tujuan atau destinasi desa wisata yang paling banyak diminati oleh wisatawan adalah desa Tulungrejo, kecamatan Bumiaji.

"Selain wisata artifisial yang memang sudah terkenal di Kota Batu, kecamatan Bumiaji dengan desa –Tulungrejo-nya menjadi tujuan destinasi dari para wisatawan. Di sana ada pertanian, misalnya wisata petik jeruk, petik apel, stroberi, kemudian ada juga Selecta, dan Coban Talun," ungkapnya.

Dedi menambahkan, untuk wisata alam Coban Talun sendiri menjadi yang paling banyak diminati. Ia menyebut setelah pandemi ini kurang lebih sebanyak 8.000 pengunjung yang tiap bulannya datang menikmati pemandangan Coban Talun. Menurut Dadi, dua desa di Kecamatan Bumiaji yakni Tulungrejo dan Pandanrejo juga pernah meraih prestasi di tahun 2021 dengan memenangkan anugerah desa wisata.

"2021 kita masuk anugerah desa wisata untuk Pandanrejo dan Tulungrejo. Kalau 2022 ini kita sedang menyiapkan untuk kategori Inovasi pelayanan publik," imbuhnya.

Ketika disinggung mengenai kapan tercetusnya desa wisata ini, Dadi mengatakan kesadaran warga untuk menjadikan peluang dewa wisata mulai muncul sekitar akhir tahun 2015.

"Kurang lebih di akhir tahun 2015, Batu kan lebih dulu dikenal dengan Jatim Park nya. Nah, kemudian para wisatawan ini merasa bolak balik ke Batu tapi kok destinasinya artifisial. Jadi kami dan masyarakat mulai tergerak untuk menjadikan potensi desa ini sebagai peluang. Supaya wisatawan ini setelah berwisata ke tempat-tempat artifisial, mereka masih betah di Batu melihat pesona alamnya, atau budaya dan UMKM-nya," jelas Dadi.

Lebih lanjut Dadi mengungkap ada beberapa rencana kedepannya untuk pengembangan desa wisata di Batu, seperti memberi wawasan dan pemahaman kepada masyarakat sekitar terkait desa wisata dan pengelolaannya.

"Desa wisata itu tidak dibuat-buat, jadi memang murni culture masyarakatnya yang kita promosikan yang kita jual ke wisatawan. Kalau adanya petani ya itu yang harus kita pertahankan potensinya. Saat ini fokus kita memberi wawasan ke masyarakat untuk bisa beradaptasi dengan wisatawan agar tidak risih juga. Kita ubah mindset masyarakat yang awalnya murni hanya sebagai petani saja, ini kita berikan edukasi tentang desa wisata agar bisa menarik wisatawan juga," tandasnya.

Di akhir, Dadi juga menjelaskan terkait dengan hari ulang tahun Kota Batu ke 21 tahun ini. Pihak Fordewi dan BPPD wilayah Kota Batu akan menggelar Expo Nasional Pariwisata pada 25-27 Agustus mendatang yang bertempat di Balai Kota Among Tani, Batu. (*)

Reporter: Santi Wahyu | Editor : Lutfiyu Handi

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.