
MALANG (Lenteratoday) – Walikota Malang, Sutiaji, menyampaikan bahwa pengungkit kenaikan inflasi di kota Malang kebanyakan berasal dari sektor non pangan. Meskipun memang terdapat beberapa komoditas pangan yang berpengaruh dalam lonjakan inflasi.
“Iya terpantau (penyebab inflasi), saya kira di kota Malang yang mempengaruhi kenaikan ini lebih banyak di sektor transportasi, kemudian juga kebutuhan dasar anak sekolah, dan termasuk hunian yang juga naik. Tapi tetap kami terus lakukan pantauan," ungkap Sutiaji usai menghadiri Rakornas Pengendalian Inflasi dengan Presiden RI secara daring, Kamis (18/8/2022).
Dia menambahkan bahwa presiden juga menyampaikan ke Kementrian Dalam Negeri untuk membuat regulasi cadangan dana di daerah. Dana tersebut bisa digunakan untuk meng-cover operasi pasar ketika dibutuhkan.
Terkait operasi pasar di kota Malang, Sutiaji menyatakan kemungkinan akan melakukan kerjasama dengan perusahaan demi memperoleh anggaran dana dari Corporate Social Responsibility (CSR).
Sementara ini, pihaknya menegaskan bahwa di sektor pangan, kenaikan inflasi disebabkan oleh cabe, bawang, telur, dan ayam. Kemudian untuk presentase kenaikan inflasi di kota Malang, Sutiaji juga menyatakan terpantau masih terkendali.
“Kota malang sempat tinggi urutan ketiga kemarin (bulan Juli) tapi masih terkendali (kenaikan inflasi). Kemarin kita ngomong dengan pusat bahwa daerah yang mempunyai bandara itu mesti tinggi dan itu yang menjadi daya ungkit (inflasi) nya,” tandasnya.
Walikota Malang menyebutkan alasan dilakukannya rapat koordinasi nasional (Rakornas) pengendalian inflasi ini adalah karena kondisi krisis perekonomian global saat ini akibat geo politik.
“Kita tahu di Indonesia ini inflasi nasional masih diangka 4,94%. Tapi meskipun begitu, sesuai dengan anjuran Presiden harapannya memang di daerah-daerah segera dilakukan program atau langkah pengendalian inflasi secara terus menerus, misalnya dengan cara melakukan kerjasama antar daerah,” tandasnya
Terakhir, ditambahkannya penjelasan terkait pogram Kerjasama Antar Daerah (KAD) yang sudah dilakukan antara kota Malang dengan Banyuwangi, Kabupaten Malang, Blitar, dan kota Batu, serta Jakarta yang bekerja sama pada food session. KAD tersebut ia tempuh dengan harapan agar bisa mengontrol masalah inflasi yang ada di kota Malang. (*)
Reporter: Santi Wahyu | Editor : Lutfiyu Handi