05 April 2025

Get In Touch

Sebanyak 600 Mahasiswa Kepung Gubernuran Demo Tolak Kenaikan Harga BBM

Suasana aksi penolakan kenaikan harga BBM yang dilakukan oleh PMII Kota Semarang
Suasana aksi penolakan kenaikan harga BBM yang dilakukan oleh PMII Kota Semarang

SURABAYA (LenteratodauSampaikan responnya terhadap kenaikan harga BBM, sejumlah 600 mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) di Kota Semarang lakukan aksi demonstrasi di depan Gedung Gubernuran (6/9/2022).

Aksi tersebut memiliki enam tuntutan, yakni menolak kenaikan harga BBM dan meninjauan ulang regulasi pendistribusian subsidi BBM, menunda pengesahan dan melakukan evaluasi RUU KUHP, memaksimalkan implementasi UU TPKS, mengesahkan RUU MHA, mengevaluasi kinerja aparat penegak hukum, dan mengusut tuntas pelanggaran HAM.

Koordinator Aksi PMII, Muhammad Farhan Adi Wirahman, menyampaikan bahwa aksi digelar lantaran banyaknya masyarakat yang akan dirugikan dengan adanya kebijakan kenaikan harga BBM.

"Soal kenaikan BBM karena dampaknya sangat dirasakan masyarakat kalangan menengah kebawah, khususnya mereka yang membutuhkan subsidi BBM," katanya saat diwawancarai di tengah-tengah aksi (6/9/2022).

Selain itu, ia juga menyampaikan bahwa dengan ditetapkannya harga BBM yang baru, dikhawatirkan akan menimbulkan multiplier effect ke sektor lain. Dari hasil kajiannya, PMII menjabarkan sejumlah dampak yang diprediksi akan terjadi jika harga BBM tidak diturunkan kembali, antara lain, menurunnya daya beli masyarakat, meningkatnya kemiskinan, melonjaknya angka pengangguran, terdesaknya UMKM, dan timbulnya antrean panjang di sejumlah SPBU.

Tak hanya sekadar menggelar aksi di depan Gubernuran, masa juga menuntut untuk beraudiensi langsung dengan pemangku kebijakan di Jawa Tengah.

"Targetnya kita ingin menemui dari pihak Gubernur ataupun Anggota Dewan mau menemui kita untuk berdialog secara umum di publik. Kalau dalam 3 hari 24 jam pasca aksi ini tidak ada tindak lanjut, maka kami akan turun aksi kembali dengan masa yang lebih banyak lagi," ujar Muhammad Farhan.

Reporter : Azifa Azzahra | Editor : Endang Pergiwati

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.