05 April 2025

Get In Touch

Di Hadapan PWRI, Sekdaprov Paparkan Strategi Gubernur Jatim Kendalikan Inflasi

Sekdaprov Jatim, Adhy Karyono foto bersama pengurus dan anggota PWRI Jatim.
Sekdaprov Jatim, Adhy Karyono foto bersama pengurus dan anggota PWRI Jatim.

SURABAYA (Lenteratoday) – Sekretaris Provinsi Jawa Timur, Adhy Karyono, menghadiri Pembukaan Musyawarah Provinsi (Musprov) XI Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) di Hotel Swiss Belinn Jalan Manyar Kertoarjo, Surabaya, Rabu (7/9/2022) malam. Dalam kesempatan itu, dia memaparkan strategi Gubernur Jawa Timur dalam mengendalikan inflasi khususnya dampak dari kenaikan bahan bakar minyak (BBM).

Adhy mengatakan bahwa inflasi membuat daya belum masyarakat menurun. Bahkan, inflasi nasional saat ini sudah mencapai 4,9 persen, sedangkan untuk Jawa Timur lebih tinggi lagi yaitu mencapai 5,2 persen, angka tersebut sudah turun dari sebelumnya 5,9 persen.

“Di mana penyebab inflasi itu ternyata terkait dengan harga-harga pangan, terutama dari produksi pertanian. Yang kedua terkait dengan transportasi, yang ketiga terkait dengan bahan pakan, karena bahan pakan ternak ayam itu adalah jagung kelangkaan terus naik. Itu menjadi inflasi,” jelasnya.

Lebih lanjut dia menandaskan bahwa diantara penyumbang inflasi adalah kenaikan harga cabai. Hal ini karena kondisi cuaca yang tidak menentu sehingga produksinya tidak baik. Bahkan untuk umur cabai hanya mampu bertahan 2 setengah hari saja. Kondisi ini berbeda dengan di Jakarta yang memiliki cool storage, sehingga usia cabai bisa lebih lama.

kalau bahan pertanian tadi ternyata inflasi hanya gara gara sambel , bisa terjadi karena produksinya denga mish hujan yang tidak tertuentu itu akhirnya cabe merah dan cabe ketritng tu morotli umunur hanya 2,5 hari beda dengan Jakarta yang punya cool straage.

“Tadi malam kami rapat dipimpin langsung oleh Gubernur mengambil langkah (pengendalian inflasi). Yang pertama ada operasi pasar di 24 titik pasar dengan pasar murah. Kemudian, subsidi angkutan khususnya angkutan produksi pangan supaya tidak membebani pabrik, supaya pabrik tidak memainkan harganya,” tandasnya.

Saat ini, lanjut Adhy, subsidi untuk transportasi bus tras jatim sudah diluncurkan dua minggu lalu. Bus tersebut beroperasi Sidoarjo-Surabaya-Gresik. Ke depan, transportasi ini akan terus dikembangkan di daerah daerah lainnya.

Dalam kesempatan itu, Adhy Karyono juga mengapresasi koperasi digital yang diluncurkan PWRI. Koperasi berlabel Digikop ini dinilai sebagai langkah tepat dalam era digital saat ini. “Koperasi digital, PWRI punya koperasi jaman digital yang bernama PWRI Digikop. Ini satu yang langka, saya belum dengar  di PWRI lain ada keperasi ini,” tandasnya.

Terkait dengan Musprov, Sekdaprov mendukung semua kebijakan yang telah disepakati bersama sebagai upaya positif kontruktif dalam menyikapi perkembangan permasalahn actual. “Tentu saja bapak ibu sekalian perbedaan persoalan dari tahun ke tahun dan ke depan seperti apa dengan konteksitas masalah. Tentu akan kita bahas dalam musyarah kerja hari ini. Untuk bisa program berjalan dengan baik dan semua kemaslahatan dan kesejahteraan anggota PWRI,” paparya.

Sementara itu, Ketua Umum PWRI Pusat, Prapto Hadi menandaskan bahwa selain menjalankan visi dan misi mensejahterakan anggota, PWRI juga tetap mendukung dan membantu program pemerintah. Mulai dari bidang pendidikan, kebudayaan hingga ekonomi.

Dalam bdang ekonomi diantaranya adalah pendirian koperasi digital.  “Koperasi itu sedang disiapkan karena emang eranya digital. Jadi era milenial itu siapa cepat dia dapa. Maka dengan sistemnya kita perbaharui mengkuti perkembangan zaman,” katanya.

Sedangkan untuk mendukung pengendalian inflasi, Hadi menandaskan salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan menekankan hidup sederhana. “Justru satu kita berusaha supaya konsep madiri itu yang kita lakukan. Hidup sederhana itu tidak berdasarkan kemauan. Yang terpenting adalah kebugaran, kesejahteraan dan sehat,” pungkasnya. (*)

Reporter : Lutfi | Editor : Lutfiyu Handi

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.