
SEMARANG (Lenteratoday) - Mewadahi para pegiat urban farming atau pertanian perkotaan, Pemerintah Kota Semarang meresmikan Pasar Tani yang akan digelar setiap hari minggu di Kota Lama Semarang. Gelaran pertama Pasar Tani dilakukan pada Minggu (11/9/2022).
Menyesuaikan dengan lokasi kegiatan, Pasar Tani di Kota Semarang diberi nama Oude Stad Landbouwmark yang dari Bahasa Belanda memiliki arti Pasar Tani. Melalui Pasar Tani ini, petani perkotaan menunjukkan berbagai produk yang berhasil diproduksinya.
Kepala Dinas Pertanian Kota Semarang, Hernowo Budi Luhur, menyatakan bahwa tujuan digelarnya Pasar Tani ini untuk menghimpun produk-produk dari urban farming yang ada di Kota Semarang.
"Ya memang seperti tadi yang dikatakan pak walikota bahwa ini merupakan bagian dari upaya kita mengembangkan urban farming. Ketika urban farming sudah berkembang di permukiman, nah produknya mau kemana, disini lah sebenarnya produk itu kita pasarkan," katanya.
Ia menyatakan bahwa saat ini pihaknya masih membatasi jumlah stand yang tersedia, yakni sekitar 13 stan. Adapun produk yang terpilih semuanya termasuk ke dalam produk premium. Kendati demikian, harga yang dipatok untuk setiap produknya tidak jauh dari harga pasaran bahkan cenderung di bawahnya.
"Harganya harga pasar, bisa dilihat betapa murahnya kalau teman-teman lihat disana ada pohon itu coba dilihat 75 ribu sudah berbuah. Coba ke pasar ke tempat sayur, nggak boleh 75 ribu dapat pohon jambu citra yang sudah berbuah seperti ini. Kalau di toko bisa sampai 400 ini," jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang, Wing Wiyarso Poespojoedho, menyambut baik adanya gelaran ini karena dapat semakin mewarnai pariwisata di Kota Semarang.
"Tentunya dengan adanya pasar tani ini memberikan kemudahan para pengunjung yang datang ketika menikmati Kota Lama ini bisa memberikan pilihan sambil berbelanja hasil pertanian Kota Semarang yang kita tau digalakkan urban farming dan hasil ini kita sediakan tempat untuk memasarkan," katanya.
Senada dengan Wing, Walikota Semarang, Hendrar Prihadi menyampaikan harapannya dengan adanya Pasar Tani ini.
"Dengan event rutin ini maka di harapkan orang makin sering datang ke Semarang terutama Kota Lama. Pariwisatanya meningkat kemudian menghabiskan uang di Semarang dan perekonomian tumbuh dengan baik," harapannya.
Reporter : Azifa Azzahra | Editor : Endang Pergiwati