
SEMARANG (Lenteratoday) - Ratusan buruh anggota Federasi Kesatuan Serikat Pekerja Nasional (FKSPN) Jawa Tengah menggelar aksi demonstrasi menolak kenaikan harga BBM pada Kamis (15/9/2022).
Mengenakan atribut biru putih khas FKSPN, massa berbondong-bondong datang dari arah Simpang Lima Semarang. Aksi dimulai sekitar pukul 10.00 WIB dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan beberapa orasi dari perwakilan kabupaten/kota.
Aksi dilaksanakan dengan membawa empat tuntutan, yakni pembatalan kenaikan harga BBM, pencabutan PP Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan, memperbaiki sistem pengupahan, dan memohon masyarakat untuk memahami sikap buruh.
Ketua FKSPN Jawa Tengah, Nanang Setyono, menyampaikan keluh kesahnya terhadap kenaikan harga BBM.
"Hari ini kawan-kawan Federasi Kesatuan Serikat Pekerja Nasional hadir di area kantor DPRD Jateng untuk menyampaikan keberatan kami terhadap kenaikan BBM ini karena kenaikan BBM berapapun dan apapun alasannya itu akan berdampak kepada kenaikan harga semua komoditas termasuk transportasi dan lain sebagainya," katanya.
Meskipun pemerintah telah mengupayakan Bantuan Subsidi Upah (BSU), namun hal tersebut dinilai bukan solusi yang tepat.
"Atas dampak kenaikan BBM pemerintah telah memberikan kebijakan BSU (Bantuan Subsidi Upah) bagi buruh, tetapi BSU itu bukan solusi. BSU itu hanya lip service dari pemerintah untuk menyenangkan buruh sesaat yang seolah-olah dengan kenaikan BBM, buruh diberikan satu iming-iming BSU. Tapi sebetulnya itu sangat tidak relevan dan sangat tidak rasional," terang Nanang.
Aksi berlangsung damai dan di akhir aksi, anggota Komisi E DPRD Provinsi Jawa Tengah, Yudi Indras Wiendarto, menemui massa aksi dan menyampaikan bahwa ia akan menyampaikan tuntutan masyarakat ke Presiden dan DPR RI. (*)
Reporter : Azifa Azzahra | Editor : Lutfiyu Handi