
Oleh Suhardiman Eko, Chief of Content Officer LENTERA MEDIA
BANYAK orang salah kaprah. Pekerjaan dan karier sering dianggap sebagai hal yang sama. Padahal, ada perbedaan yang mencolok antara pekerjaan dan karier. Meski begitu, keduanya tetap saling berkaitan satu sama lain. Namun, dengan mengerti perbedaan keduanya, Anda akan mampu membuat hal yang signifikan karir dan pekerjaan Anda
Menurut Indeed, pekerjaan adalah kegiatan atau aktivitas yang kita lakukan agar mendapatkan uang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Segala aktivitas yang kita kerjakan kesehariannya. Pekerjaan terdiri dari berbagai macam, yakni full-time, part-time, atau kontrak.
Kita bisa mendapatkan gaji dalam bentuk per jam atau dibayar per bulan dan juga mendapatkan bonus-bonus lainnya. Agar kita naik jabatan/ posisi, kadang kita mungkin membutuhkan pelatihan untuk meraih skill yang diperlukan
Disisi lain, Karier adalah perjalanan profesional seseorang yang bersifat jangka panjang dan dicapai berdasarkan goal serta passion.

Biasanya, kita akan membutuhkan tingkat pendidikan atau pelatihan khusus untuk mencapai tujuan dan ambisimu tersebut.
Karier dapat bertahan sepanjang hidup. Kamu mungkin dapat bekerja di berbagai bidang pekerjaan, perusahaan, dan industri yang diinginkan selama kariermu berjalan. Ketika membicarakan karier pun, orang-orang akan lebih memperhatikan kepuasan kerja dibandingkan uang yang dihasilkan.
Perbedaan yang signikan antara pekerjaan dan karier, terletak dari ketertarikan pada sebuah aktivitas atau saat melakukan sesuatu. Ketika terlibat dalam pekerjaan, selalu muncul semangat dan perasaan tertantang setiap harinya, maka pekerjaan tersebut telah menjadi karier.
Kabar baiknya, jika hari ini, Anda menyukai pekerjaanmu dan melihatnya sebagai sebuah usaha untuk mencapai mimpi yang dimiliki, pekerjaan tersebut juga dapat menjadi karier.
TAHAPAN KARIR DALAM KEHIDUPAN
Seperti yang Anda ketahui, bahwa karir yang dibangun akan berjalan beriringan dengan kehidupan kita. Masih dikutip dari Indeed.com terdapat 5 tahapan karir yang akan kita lewati sepanjang hidup
1. Eksplorasi (21-25 tahun)
Fase pertama adalah eksplorasi yang mana pada tahapan ini Anda masih mencari-cari minat dan passion yang berhubungan dengan pekerjaanmu di masa depan.
Anda yang ada di tahapan ini mungkin sedang menyelesaikan tugas akhir atau baru saja menjadi fresh graduate. Pada masa ini, biasanya idealis yang Anda miliki sedang menggebu-gebu dan tentunya menjadi salah satu faktor yang menentukan pekerjaan yang ingin kamu pilih. Selain itu, Anda mungkin juga sedang menyadari bagaimana tingkatan kemampuanmu. Sehingga akan mempengaruhi rencanamu selanjutnya, seperti mengikuti kelas pelatihan atau ikut kursus agar lulus ujian seleksi, misalnya CPNS.
2. Establishment (25-35 tahun)
Pada tahapan ini, Anda sudah mulai memasukkan lamaran dan mendapatkan pekerjaan pertamamu. Di tahap ini, biasanya Anda berada di posisi sebagai karyawan yang belum memiliki tanggung jawab yang besar.
Jika pada tahapan eksplorasi Anda masih memikirkan rencana terkait pekerjaan, maka pada tahapan ini Anda akan mungkin mulai mengalami ketidakpastian dan kecemasan memasuki dunia kerja untuk pertama kalinya. Oleh sebab itu, Anda perlu melakukan beberapa hal penyesuaian untuk menunjang karier, seperti : Mempelajari bidang pekerjaan baru, berkenalan dan memperoleh penerimaan dari teman dan rekan kerja, serta mengembangkan dan meningkatkan keterampilan
3. Pertengahan karir (35-45 Tahun)
Fase ini juga disebut sebagai masa-masa Anda berada di karier yang stabil. Hal ini ditandai dengan produktivitas yang meningkat dan Anda mulai menunjukkan konsistensi dan komitmen terhadap pekerjaan. Di sisi lain, Anda akan mulai mengharapkan kemajuan dalam karier, seperti promosi atau kenaikan gaji. Jika ini tidak terjadi, Anda dapat menilai kembali kinerjamu.
Pada tahap ini, Anda juga akan dapat mempertimbangkan untuk mengevaluasi kembali tujuan, minat, dan keterampilan untuk menentukan langkah selanjutnya untuk karier.
4. Akhir karir (45-55 tahun)
Jika digambarkan seperti grafik, maka pada tahapan ini grafik produktivitas mulai menurun. Anda mungkin sudah tidak lagi mengerjakan pekerjaan yang terlalu menuntut. Anda juga tidak memikirkan untuk meningkatkan kemampuan.
Namun, disisi lain, Anda mulai lebih menikmati tugas-tugas seperti membimbing karyawan yang lebih muda. Di samping itu, Anda mungkin akan memilih untuk tetap di pekerjaan sekarang daripada pindah dan mulai dari awal lagi.
Pada tahap Selanjutnya, Anda akan mulai memikirkan rencana untuk pensiun dan bagaimana kehidupan setelahnya.
5. Pensiun (55-65 tahun)
Setelah melewati karier yang telah direncanakan, Anda akan menikmati masa-masa pensiun sambil mengingat-ingat kembali bagaimana perjuangan dari awal. Anda juga akan lebih sering menghabiskan waktu bersama keluarga dan tidak lagi terlalu memikirkan urusan pekerjaan.
Sampai di titik mana karir Anda hari ini?
Enjoy your day... TGIF!