05 April 2025

Get In Touch

Lokasi Kampung Batik, Saksi Pertempuran 5 Hari di Semarang

Kampung Batik di Kelurahan Rejomulyo, Kecamatan Semarang Timur, Kota Semarang
Kampung Batik di Kelurahan Rejomulyo, Kecamatan Semarang Timur, Kota Semarang

SEMARANG (Lenteratoday) -Peristiwa pertempuran 5 hari di Semarang berlangsung pada 15-19 Oktober 1945. Kampung Batik Rejomulyo, Semarang Timur, menjadi salah satu lokasi sekaligus saksi ricuhnya pertempuran tersebut.

Puncak pertempuran terjadi pada tanggal 17 Oktober 1945. Tentara Jepang berjaga-jaga di sekitar Kampung Batik. Melihat hal itu, BKR (Badan Keamanan Rakyat) berinisiasi untuk menyusun strategi. Bersama dengan warga sipil Semarang, BKR berkumpul di Kampung Batik dan Kampung Jaksa pada saat itu.

"Jadi mereka (BKR dan Warga) tidak di dalam kampung tapi melingkari kampung," kata Johanes Christiono, Pemerhati Sejarah Semarang saat ditemui di Kampung Batik belum lama ini.

Menariknya, seluruh perempuan dan anak telah diungsikan terlebih dahulu. Tersisa kaum laki-laki yang akan membantu pertempuran.

"Kecuali laki-laki, kalau yang laki-laki membantu pertempuran," ujarnya.

Namun, ternyata strategi tersebut sudah tercium terlebih dahulu oleh Jepang. Sehingga, Jepang memutuskan untuk menyerang terlebih dahulu dan pertempuran pecah pada saat itu.

"Mulai sekita pukul 15.00 WIB sampai 18.30 WIB," terangnya.

Sementara itu, salah satu warga Kampung Batik, Christina Riyastuti, membenarkan kronologi tersebut. Ia turut menyampaikan ceritanya akan rumahnya yang menjadi korban pertempuran.

Berbekal senjata api, Tentara Jepang menyasar seluruh rumah yang ada di Kampung Batik dan menembakinya dengan peluru yang mematikan. Tak jarang, rumah-rumah runtuh dan hangus terbakar.

"Kata kakek saya, lubang yang ada di daun pintu itu dari senapan tentara Jepang saat perang lima hari di Kota Semarang," katanya.

Terlepas dari kisah sejarahnya yang pilu, saat ini wajah kampung batik sudah dihiasi dengan pernak pernik yang cerah dan memanjakan mata. Banyak spot-spot foto tersedia disamping sentra usaha batik.

Reporter: Azifa Azzahra|Editor: Arifin BH

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.