04 April 2025

Get In Touch

Busur Jawa dan Bali Digunjang 2 Gempa, Berbahayakah?

Busur Jawa dan Bali Digunjang 2 Gempa, Berbahayakah?

LETRA.ID- Dunia nyata dan dunia maya, Kamis (19/9) siang sekira pukul 14.30  WIB dihebohkan dengan gempa yang terjadi secara beruntun di dua busur Jawa dan Bali. Namun, sebagian masyarakat mengaku tidak merasakan guncangan dan malah tahu dari cuitan dengan tagar (#) Gempa Tuban

Menurut info BMKG, Siang tadi pukul 14.06 WIB dan pukul14.31 WIB, wilayah Laut Jawa diguncang dua gempabumi tektonik dengan selisihwaktu 25 menit dan jarak episenter 21 km. Hasil analisis menunjukkan gempabumiini memiliki parameter update dengan magnitudo M 6,1 dan M 6,0. Episenter gempapertama terletak pada koordinat 6,1 LS dan 111,86 BT, atau tepatnya berlokasidi laut pada jarak 88 km arah timur laut Kota Rembang, Kabupaten Rembang, JawaTengah pada kedalaman 620 km.

Episenter gempa kedua terletak pada koordinat 6,24 LS dan111,84 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 75 km arah timur lautKota Rembang, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah pada kedalaman 623 km.

"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalamanhiposenternya, tampak bahwa gempa ini merupakan gempa dalam (deep focusearthquake) yang dipicu oleh adanya deformasi batuan pada slab LempengIndo-Australia di kedalaman tersebut," kata Kepala Bidang MitigasiGempabumi dan Tsunami BMKG Daryono.

 Dengan memperhatikanlokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempabumi yang terjadi merupakanjenis gempabumi dalam akibat aktivitas subduksi. Hasil analisis mekanismesumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan turun (normalfault). Kedua gempa dirasakan di Madura, Malang, Denpasar, Mataram, LombokBarat, Lombok Tengah, Sumbawa, hingga Bima dalam skala intensitas III MMI.Skala intensitas III MMI maksudnya, getaran dirasakan nyata di dalam rumah dangetaran terasa sekan dilewati truk. Selain wilayah itu, getaran gempa ini jugamenyebar hingga Cilacap, Purworejo, Yogyakarta, Lumajang, Tuban, Trenggalek,Surabaya, sampai Bandung dalam skala intensitas II-III MMI.

Skala intensitas II-III MMI maksudnya, getaran dirasakanoleh beberapa orang dan membuat benda ringan yang digantung di dinding ikutbergoyang. Daryono menambahkan, hingga saat ini belum ada laporan dampakkerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi. "Hasil pemodelan menunjukkangempa tidak berpotensi tsunami," tegas Daryono.

Fenomena menarik yang jarang terjadi, Daryono menjelaskan,gempa hiposenter dalam yang melebihi 300 kilometer dinilai sebagai fenomenaalam yang menarik karena jarang terjadi. " Gempa ini dirasakan dalamwilayah yang luas dari Bandung hingga Lombok. Hal ini disebabkan hiposenternyayang dalam sehingga spektrum guncangan dirasakan dalam wilayah yang luas,"jelas Daryono.

"Patut disyukuri bahwa gempa tidak berdampak merusak,karena kedalaman hiposenternya yang sangat dalam sehingga energinya sudahmengalami perlemahan setelah sampai di permukaan Bumi," imbuhnya. Meskipuntidak berdampak, gempa ini sangat menarik untuk dikaji untuk kemajuan sainskebumian. Gempa ini juga menjadi bukti bahwa aktivitas subduksi LempengIndo-Australia di kedalaman 500 kilometer di bawah Laut Jawa masih aktif. Dibawah Laut Jawa tersebut Lempeng Indo-Australia menunjam dan menukik curamhingga kedalaman lebih dari 600 kilometer. Daryono mengatakan, prosesterjadinya gempa hiposenter dalam hingga kini masih menyisakan banyak tandatanya.

Ada teori yang menjelaskan kaitannya dengan perubahan sifatkimiawi batuan pada suhu dan tekanan tertentu. Namun juga ada dugaan bahwalempeng tektonik di kedalaman 410 kilometer mengalami gaya slab pull (gayatarik lempeng ke bawah). Sedangkan pada bagian lempeng di kedalaman lebih dari600 kilometer terjadi gaya apung lempeng yang menahan ke atas (slab buoyancy).

Jika ditinjau dari hiposenternya, gempa yang berkedalamansekitar 600 kilometer ini, terletak di zona transisi mantel pada kedalaman410-600 kilometer. "Aktivitas seismik ini tampaknya lebih disebabkan olehadanya pengaruh gaya slab pull yaitu gaya tarik lempeng ke bawah akibat tarikangravitasi Bumi yang ditandai dengan mekanisme sumber gempanya yang berupa sesarturun," terang Daryono. (kcm,ins)

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.