Tabligh Akbar Ponpes Al Basyir Bogor dihadiri Wagub Jabar, Wakil Ketua Umum PBNU dan Ribuan Jamaah

Penulis : Dwi Indriyanti
MAULID Nabi Muhammad Saw. yang disebut juga dengan Maulid Nabi atau Maulud adalah peringatan hari lahir Nabi Muhammad Saw. Nabi besar kita lahir pada 12 Rabiul Awal pada tahun pertama sejak peristiwa tentara bergajah atau Amul Fiil, tahun 571 kalender Romawi. di Makkah. Di Indonesia perayaannya jatuh pada setiap tanggal 12 Rabiul Awal dalam penanggalan Hijriyah. Memasuki bulan Rabiul Awal, umat Islam di dunia pasti selalu merayakan Maulid Nabi atau kelahiran Nabi Muhammad Saw. Ini dengan sangat meriah. Kata maulid atau milad dalam bahasa Arab berarti hari lahir. Perayaan Maulid Nabi merupakan tradisi yang berkembang di masyarakat Islam jauh setelah Nabi Muhammad wafat. Secara subtansi, peringatan ini adalah ekspresi kegembiraan dan penghormatan yang tinggi kepada Nabi Muhammad Saw.
Tradisi Maulid atau Maulud seiring perkembangannya, tidak hanya diperingati pada tanggal tersebut saja. Ada yang memperingatinya di awal hingga akhir bulan, bahkan melaksanakannya di luar bulan Rabiul Awal. Itulah yang terjadi di Tanah Air, ekspresi kecintaan umat muslim di Indonesia diwujudkan dengan berbagai cara. Seperti membaca riwayat nabi, lomba baca Al-quran, lomba shalawat, tablig akbar, dan sebagainya.
Tepat pada hari Rabu tanggal 9 November 2022, Pondok Pesantren Tahfidz dan KBIHU Al Basyir menghelat Tablig Akbar Maulid Nabi Muhammad Saw. Acara yang diadakan di Pondok Pesantren Tahfidz Al Basyir 2 ini mengundang semua jamaah beserta alumni KBIHU Al Basyir, para wali satri serta dibuka pula untuk umum. “K.H. Abi Basyir sebagai pengasuh yayasan akan hadir mendampingi bintang tamu yang sangat istimewa, sebab acara ini mengundang Wakil Ketua Umum PBNU yaitu K.H. Zulfa Mustofa sebagai pembicara serta Wakil Gubernur Jawa Barat yaitu Bapak H. Uu Ruzhanul Ulum, S.E.” terang Gus Abdul Hamid Aly, M.Pd selaku Direktur Pondok Pesantren Al Basyir 1 sekaligus Penanggung Jawab Kegiatan.
Sekitar lima ribu jamaah hadir untuk memeriahkan acara Tablig Akbar ini. Berseru melantunkan shalawat kepada Nabi yang menggetarkan hati. Semoga acara ini dapat menjadi berkah untuk kita semua agar kita sebagai umat Nabi dapat memperoleh syafaat dari Allah Swt. dan Nabi Muhammad Saw. Selain itu, Sejarah Maulid Nabi atau Kelahiran Nabi ini dapat kita jadikan sebagai momentum untuk mendekatkan diri kepada Rasulullah dengan meneladani kisah dan sifat-sifat Rasulullah.
Harapannya Kegiatan seperti dapat istiqomah dan rutin dilakukan sebagai media ibadah tidak hanya yang bersifat horisontal (kesamping/sesama) seperti mempererat jalinan silaturrahim antar jamaah, Pondok pesantren, apparat pemerintahan dan masyarakat setempat. Namun juga Ibadah yang bersifat Vertikal (keatas) sebagai penguat keimanan dan bukti cinta terhadap rosul. (*)
*Rubrik SaYou merupakan kiriman berita/opini penulis pribadi.Redaksi Lentera Media tidak bertanggungjawab atas isi tulisan.