05 April 2025

Get In Touch

Cicipi Tempe Mendol Khas Kota Malang, Turis Mesir Dikejutkan Keunikan Rasanya

Dua turis dari Mesir, Bhazma dan Chibu mencicipi empe mendol yang merupakan olahan tempe tradisional khas Malang di salah satu stan Malang Creativa Festival Kayutangan Heritage, Sabtu (26/11/2022).(Foto:Santi/Lentera)
Dua turis dari Mesir, Bhazma dan Chibu mencicipi empe mendol yang merupakan olahan tempe tradisional khas Malang di salah satu stan Malang Creativa Festival Kayutangan Heritage, Sabtu (26/11/2022).(Foto:Santi/Lentera)

MALANG (Lenteratoday) – Hadirkan beragam makanan dan produk tradisional khas Kota Malang di Malang Creativa Festival Kayutangan Heritage berhasil menarik wisatawan asing. Bahkan 2 turis dari Mesir, Bhazma dan Chibu mengaku terkejut dengan rasa unik dan enak beragam kuliner tersebut,

Tempe mendol yang merupakan olahan tempe tradisional khas Malang misalnya, membuat mereka kaget saat mencoba pertamakali. “Makanannya enak. Saya juga tadi baru pertamakali mencoba ini (mendol). Dan itu unik, cukup enak kalau menurut saya saat pertama mencoba makanan ini,” ujar Chibu menjelaskan menggunakan Bahasa Inggris, kekagumannya terhap kuliner di salah satu stan Malang Creativa Festival Kayutangan Heritage,  Sabtu (26/11/2022).

Sementara itu, berkaitan dengan gelaran Malang Creativa, Bhazma menunjukkan antusiasmenya saat menjelaskan hal tersebut baru pertama dilihat selama 3 hari berada di Malang. “Sangat bagus, ini baru pertama kali saya tahu festival tradisional seperti ini. Ada makanan tradisional dan budayanya juga. Saya tahu kalau Malang tempat bersejarah, kan. Sejauh saya melihat, ini sangat keren,” jelasnya.

Lebih lanjut, kedua wisatawan mancanegara tersebut mengaku, awalnya tidak bermaksud untuk berkunjung ke Malang Creativa. Pasalnya, keduanya hanya berniat untuk berkeliling dan mengeksplor Malang. “Jadi kami sedang jalan-jalan naik motor, terus ketemu event ini. Selama di Malang kami memanfaatkan motor untuk eksplor ke tempat satu, tempat lainnya,” tandas keduanya.

Terpisah, Wali Kota Malang, Sutiaji mengatakan, dengan potensi wisata dan beragam jenis kuliner yang dimiliki Kota Malang. Maka tidak heran apabila banyak turis dan wisatawan akan berkunjung ke Kota Malang. Oleh karena itu, pihaknya menyampaikan festival seperti ini akan diselenggarakan selama 1 bulan sekali, dengan tajuk Car Free Night.

“Kota Malang yang potensinya luar biasa ini juga saya kira bisa membuat kegiatan-kegiatan yang menghadirkan wisatawan dengan ragam kreatifitas, baik itu mancanegara atau lokal. Anak muda di Kota Malang saya kira juga sangat mendukung dan bisa menumbuhkan perekonomian kita semua. Rencannya satu bulan sekali akan ada event, nanti namanya Car Free Night,” tegas Wali Kota Malang tersebut.(*)

Reporter: Santi Wahyu | Editor:Widyawati

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.