05 April 2025

Get In Touch

Huru-hara Kemenkeu Disebut ‘Iblis-Setan’(Koran Selasa,13/12/2022)

https://cdn.lentera.co/c/newscenter/lenteratoday/2022/12/13122022.pdf">

BUPATI Kepulauan Meranti, Muhammad Adil menyebut Kementerian Keuangan (Kemenkeu) sebagai ‘iblis dan setan’. Pernyataan yang bak memicu ‘huru-hara’ ini ia lontarkan saat meminta jawaban perihal asumsi harga minyak USD 100 per barel. Sebab dana bagi hasil (DBH) produksi minyak yang diberikan Kemenkeu untuk Meranti dikatakan semakin minim. Padahal produksi minyaknya terus tinggi. Kemenkeu sendiri memastikan dana bagi hasil sudah sesuai dengan UU dengan memakai hitungan dan menggunakan data resmi Kementerian ESDM. Kementerian yang dinakhodai Sri Mulyani inipun menuntut permintaan maaf dari bupati. Menurut catatan, Bupati Adil sempat terlibat permasalahan dengan Gubernur Riau, Syamsuar karena menolak kunjungan kerja sang gubernur. Bahkan Bupati Adil juga ogah hadir di acara rapat koordinasi yang digelar Pemprov Riau bersama Mendagri Tito Karnavian. Adil tidaknya bagi hasil memang menjadi hal yang patut disoroti karena menyangkut kepentingan masyarakat. Tapi yang tak kalah penting adalah etika berkomunikasi, mengingat kementerian, gubernur hingga bupati bahkan lurah pun sama-sama penyelenggara negara yang merupakan ‘petugas’ rakyat. BACA BERITA LENGKAP, KLIK DI SINIhttps://cdn.lentera.co/c/newscenter/lenteratoday/2022/12/13122022.pdf

[3d-flip-book id="123372" ][/3d-flip-book]
Share:
Lentera Today.
Lentera Today.