05 April 2025

Get In Touch

Andalkan Wisata Kuliner-Heritage saat Nataru, Pemkot Malang Optimistis Lampaui 2021

Kepala Disporapar Kota Malang, Baihaqi.
Kepala Disporapar Kota Malang, Baihaqi.

MALANG (Lenteratoday) – Menjelang libur Natal 2022 dan Tahun Baru 2023 (nataru), Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang, gencar menyiapkan destinasi wisata andalannya. Kuliner hingga destinasi heritage menjadi salah satu daya pikat utama bagi pengunjung.

“Kami sudah koordinasi bareng dengan pihak-pihak terkait mengenai kesiapan nataru. Jadi kesiapan-kesiapan termasuk di kami, Disporapar untuk menyiapkan sarana prasarana wisata yang mungkin nanti didatangi oleh para wisatawan di akhir tahun,” ungkap Kadis Porapar Kota Malang, Baihaqi, saat dikonfirmasi awak media, Senin (19/12/2022).

Baihaqi kemudian menyebutkan beberapa destinasi wisata yang disiapkan sebagai andalan di Kota Malang. Diantaranya yakni, wisata-wisata kampung kreatif, kampung tematik, serta tidak ketinggalan wisata kuliner dan wisata Kawasan Kayutangan Heritage.“Jadi kita mengandalkan wisata-wisata kreatif, wisata destinasi yang baru. Yang terbaru adalah Kayutangan, itu terus kita lakukan optimalisasi. Juga, karena kita ini memang bukan daerah yang punya wisata alam. Sehingga wisata-wisata kuliner, tematik, termasuk kampung heritage, itu andalan kita,” ungkapnya.

Baihaqi menambahkan, kunjungan wisata ke Kota Malang, diprediksi bakal mengalami kenaikan di minggu ke 3 bulan Desember 2022, disusul dengan masa liburan sekolah di akhir tahun. “Kalau prediksi puncaknya ya mungkin saja bebarengan dengan liburan sekolah anak-anak. Tentunya puncak di tanggal 31 Desember nanti,” tambahnya.

Bahkan, Baihaqi mengaku, okupansi perhotelan saat ini diproyeksikan telah mencapai 90%. Hal tersebut berarti, sebelum perkiraan puncak liburan nataru, Kota Malang telah dipadati oleh wisatawan. “Sekarang ini kalau saya tanya ke pihak-pihak hotel. Ini okupansi hotel sudah diatas 90 persen. Bahkan sudah ada hotel yang full booking dan sampai menolak pengunjung,” serunya.

Lebih lanjut, menelik okupansi perhotelan yang mengalami peningkatan jelang nataru. Meskipun tidak dapat mentaksir jumlah peningkatan kunjungan, Baihaqi optimis kunjungan wisatawan di Kota Malang akan melebihi target tahun sebelumnya.

“Mohon maaf, saya tidak bisa menyampaikan secara angka. Tapi saya yakin adanya kenaikan setelah kita 2 tahun kena covid. Itu pasti ada kenaikan. Target kami sekarang sudah menyentuh di kisaran 7 juta. Sampai akhir tahun nanti perkiraan sudah 7 jutaan. Jadi sudah melampaui target,” tandasnya.

Ditemui pada kesempatan berbeda, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Malang, Agoes Basoeki mengatakan, capaian okupansi perhotelan di tahun 2022 jauh mengalami peningkatan, apabila dibandingkan dengan capaian tahun 2020 hingga 2021.

Sejalan dengan Kadisporapar Kota Malang, Agoes optimis bahwa capaian okupansi hotel dan restoran akan terus mengalami peningkatan. Seiring dengan optimalisasi wisata kuliner yang menjadi andalan Kota Malang. Serta dengan tidak lagi diterapkannya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) jelang nataru. (*)

Reporter: Santi Wahyu | Editor:widyawati

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.