
MALANG (Lenteratoday) – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) segera memulai pembangunan tahap 2, di Gantangan Burung Lowokdoro, yang dicanangkan sebagai objek wisata barunya. Hal tersebut dilakukan sebagai upaya untuk terus meningkatkan perekonomian Kota Malang, melalui daya tarik wisatanya.
“Nanti ada Wisata Gantangan Burung. Itu lokasinya di Lowokdoro yang dulu Eks TPA. Selama ini kita, Disporapar sudah melakukan pembangunan tahap 1. Tahap duanya nanti juga sudah kita siapkan, ya dari Disporapar juga,” ujar Kepala Disporapar Kota Malang, Baihaqi, saat dikonfirmasi melalui sambungan selular, Rabu (4/1/2023).
Baihaqi menambahkan, pada tahap 1 saat ini, telah terdapat bangunan dengan luas 3600 meter. Nantinya, selain dari Disporapar, pengelolaan Gantangan Burung Lowokdoro juga akan melibatkan komunitas.
“Yang tahap satu, luas bangunannya sekarang sekitar 3600 meter yang sudah siap dan bangunannya juga sudah ada. Nanti di tahap 2 akan kita tambah lagi bangunannya. Sehingga nanti pada akhirnya benar-benar layak untuk digunakan sebagai tempat lomba-lomba burung dan wisata juga,” urainya.
Selanjutnya, Baihaqi menyebutkan bahwa anggaran yang telah digelontorkan pada pembangunan tahap satu, sebanyak Rp 2,3 miliar. Sedangkan untuk tahap 2, penggunaan anggaran ditaksir menghabiskan Rp 2,1 miliar. Kedepan, Gantangan Burung Lowodoro, sambungnya, akan memiliki kurang lebih 120 tiang gantangan.
“Anggarannya yang kami sediakan sekitar Rp 2,3 miliar yang sekarang sudah jadi tahap 1. Kemudian nanti tahap 2 kami siapkan Rp 2,1 miliar,” serunya.

Direncanakan sebagai wisata baru di tahun 2023, Wisata Gantangan Burung Lowokdoro nantinya akan menyediakan fasilitas seperti Mushola, Kafetaria, Kantor Pengelola, hingga Pos Jaga.
“Nanti sesuai dengan rekomendasi kemarin, nanti akan kami lakukan pemagaran keliling, kemudian nanti ada pos jaganya. Ada juga rambu-rambu menuju ke arah lokasi gantangannya. Termasuk juga pembangunan mushola dan kantin-kantin atau kafetaria, serta kantor pengelola. Itu semua APBD 2023,” tandasnya. (*)
Reporter: Santi Wahyu | Editor : Lutfiyu Handi