
MALANG (Lenteratoday) – Seorang warga asli Kota Malang, Norhasim, telah menyulap rumah miliknya yang beralamat di perkampungan Sanan, Gang 11 RT 7 RW 15, dengan ornamen-ornamen khas China. Uniknya, Nor mengaku bahwa ide tersebut didasari rasa sukanya terhadap kesenian budaya dari Negeri Tirai Bambu.
“Memang niatnya dibentuk seperti ornamen khas Cina dan khas klenteng. Karena saya suka dengan budaya Cina, menurut saya lukisan-lukisan khas Cina itu menarik,” ujar Norhasim, saat ditemui langsung di kediamannya, Selasa (17/1/2023).
Nor kemudian mengatakan, proses pengerjaan dekorasi di bangunan seluas 124 meter peesegi ini dimulainya pada tahun 2006. Dengan memakan waktu pengerjaan hingga 8 bulan lamanya.
“Jadi saya mengerjakan 8 bulan non stop, setiap malam hari. Karena pagi sampai siang saya kerja. Itu meliputi proses menggambar sampai mewarnai. Nah, yang dimodifikasi itu bagian depan. Bagian dalam masih sebagian, misalnya seperti bagian tangga,” jelasnya.
Untuk diketahui, di bagian depan rumah Norhasim saat ini memanglah sangat kental dengan nuansa Tiongkok. Cat merah dan lukisan Dewi Kwan Im nampak menghiasi ornamen dinding. Selain itu, lampion dan ornamen kotak-kotak juga banyak menggantung, menambah kesan menyerupai Klenteng, rumah ibadah umat Konghuchu.
“Saya melihat suasana di 2006 itu saya rasa kok unik dari budaya Cina ini. Kalau gambarnya, saya banyak lihat dari buku, kadang dari imajinasi juga. Soalnya saya juga nyambi jualan buku bekas mulai dari tahun 1992,” serunya.
Dikatakan oleh pria yang kesehariannya berprofesi sebagai pengusaha tempe tersebut. Bahwa menjelang Tahun Baru Imlek 2023 saat ini banyak pengunjung yang bertandang ke rumahnya.
“Banyak yang foto-foto, ada juga yang sampai masuk ke dalam rumah, karena saya juga mengoleksi barang-barang antik. Kemarin ada yang rombongan bawa bus. Kan mereka juga melihat proses membuat tempe di Gang depan. Nah itu biasanya juga sekalian berkunjung kesini. Bule-bule juga sering berkunjung,” tandasnya.

Diakhir, Norhasim mengaku bahwa setiap pengunjung yang datang untuk ber swafoto, tidak dikenakan biaya apapun. Jika sedang berada di rumah, Norhasim bahkan mempersilahkan pengunjung untuk masuk dan melihat koleksi barang-barang antiknya.(*)
Reporter: Santi Wahyu /Editor: widyawati