PEMERINTAH telah mengalokasikan dana yang sangat besar untuk mengentaskan kemiskinan di Indonesia. Namun ternyata penggunaan sebagian dana tersebut tak tepat sasaran. Bahkan kadang hanya dihabiskan untuk urusan rapat saja. Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Abdullah Azwar Anas menyebutkan, anggaran penanganan kemiskinan mencapai Rp 500 triliun tetapi jumlah orang miskin hanya berkurang sedikit. Informasi tersebut tentu menyentak publik, dinilai sebagai bukti awut-awutannya program pemerintah untuk rakyat kecil. Anas pun langsung meluruskan, Minggu (29/1/2023) dengan menegaskan bukan semua anggaran tersedot untuk rapat dan studi banding kemiskinan, tapi sebagian program kemiskinan belum berdampak optimal. Apapun bahasa, apapun istilahnya, yang pasti menurut data terbaru BPS, persentase penduduk miskin pada September 2022 tercatat sebesar 9,57 persen (26,36 juta orang). Angka tersebut meningkat sebesar 0,03 persen poin atau sekitar 0,20 juta orang dibandingkan kondisi Maret 2022. Begitu. BACA BERITA LENGKAP, KLIK DI SINIhttps://cdn.lentera.co/c/newscenter/lenteratoday/2023/01/30012023.pdf
[3d-flip-book id="128416" ][/3d-flip-book]https://cdn.lentera.co/c/newscenter/lenteratoday/2023/01/30012023.pdf">