PRESIDEN Joko Widodo (Jokowi) mengadakan rapat terbatas soal harga beras dengan Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan, Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso (Buwas), dan Kepala Badan Pangan Nasional Arif Prasetyo Adi. Namun Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) tak hadir dalam rapat tersebut. Kondisi perberasan di Indonesia tampaknya memang makin tak jelas. Selenje data antara Kementan dan kementerian/lembaga lain terus terjadi. Menteri SYL ngotot stok di tanah air surplus. Dia mengklaim 1,9 juta hektar sawah akan panen raya di bulan Januari, Februari dan Maret 2023 dan diperkirakan menghasilkan beras mencapai 4,3 juta ton. Optimisme tersebut bertolak belakang dengan data Badan Pangan Nasional (Bapans) yang mengakui dalam 6 bulan terakhir stok beras defisit. Kondisi di lapangan pun menunjukkan harga beras di pasar merangkak ke angka Rp 12.000 hingga Rp 13.000 per kilogram (Kg). Bahkan Jokowi dengan tegas memerintahkan stabilisasi harga beras. Artinya, harganya memang mahal dan diduga kuat pemicunya adalah minusnya stok dan cadangan. Bagaimana pak Mentan?BACA BERITA LENGKAP, KLIK DI SINI https://cdn.lentera.co/c/newscenter/lenteratoday/2023/02/01022023.pdf
[3d-flip-book id="128662" ][/3d-flip-book]https://cdn.lentera.co/c/newscenter/lenteratoday/2023/02/01022023.pdf">