04 April 2025

Get In Touch

Jembatan Simpang LA Sucipto Malang Dibongkar, Warga Sesalkan Tidak Ada Sosialisasi Sebelumnya

Pembangunan jembatan di Jl. Simpang LA Sucipto, Kelurahan Pandanwangi, Kecamatan Blimbing, Kota Malang
Pembangunan jembatan di Jl. Simpang LA Sucipto, Kelurahan Pandanwangi, Kecamatan Blimbing, Kota Malang

MALANG (Lenteratoday) –Beberapa warga kawasan Jl. Simpang LA Sucipto, Malang menyesalkan tidak adanya sosialisasi pembangunan jembatan di wilayah mereka.

Ketua RW 10, Kelurahan Pandanwangi, Blimbing Kota Malang, Anang Tis mengatakan, pembongkaran jembatan yang dilakukan pada hari Rabu (8/2/2023) kemarin, dilakukan tanpa adanya sosialisasi kepada warga, sehingga memicu kekecewaan dan keresahan.

“Itu memang ndak ada sosialiasi dari pihak kelurahan. Jadi pemberitahuannya itu hari Rabu kemarin, dan itu langsung dibongkar. Jadi kami sama warga itu otomotis resah karena dampak dari penutupan jalan itu,” ujar Anang, saat dikonfirmasi langsung melalui sambungan selular, Senin (13/2/2023).

Anang mengaku bahwa dengan pembangunan jembatan tersebut. Otomatis semua kendaraan dialihkan untuk melewati perkampungan di Jl. Simpang LA Sucipto 22 A (Lokcari). Alhasil, disebutkannya wilayah tersebut terdampak kemacetan yang bahkan sering menimbulkan cekcok antar pengguna jalan.

“Jadi setiap hari itu pasti ada kemacetan terutama pada pagi hari sama sore hari. Makanya setelah ada pembongkaran itu, malam harinya saya rapatkan dari RT 1 sampai 7, kita inisiatif buatkan jalur satu arah. Dari arah barat ke timur, untuk lewat wilayah RW 10 dari timur ke barat kami tutup khusus roda 4,” tambahnya.

Kendaraan roda 4 yang memaksa masuk perkampungan RW 10 di Jl. Simpang LA Sucipto 22A (Lokcari), Kelurahan Pandanwangi, Blimbing

Meskipun telah dibuatkan skema jalan satu arah. Anang menjelaskan bahwa banyak pengemudi kendaraan roda 4 yang menerobos jalur satu arah. Hal tersebutlah yang menyebabkan adu mulut antara warga dengan pengguna jalan.

Anang menyampaikan, sejatinya dapat dilakukan sosialisasi secara ideal, yakni dengan adanya pemberitahuan kepada warga minimal 2 atau 1 bulan sebelum pembongkaran jembatan dilakukan.

“Sebetulnya, harus ada pemberitahuan dulu kurang lebih 2 minggu atau satu bulan. Dipasang tulisan bahwa tanggal sekian mau ada pembongkaran jembatan menuju jalan raya itu. Nggak seperti kemarin. Otomatis kan kalau pengendara lewat situ bisa tahu,” tukasnya.

Tidak adanya sosialisasi atas pembangunan jembatan tersebut juga diperkuat oleh penuturan Ketua RT 01 RW 03, Muchtar. Menurutnya, meskipun pengajuan untuk pembangunan jembatan memang diajukan oleh warga, sekitar 3 atau 4 tahun lalu. Namun, pihaknya tetap menyesalkan tidak adanya sosialisasi yang dilakukan oleh Kelurahan setempat.

“Kok ujug-ujug, kan gak enak, harusnya melewati proses. Harus ada pemberitahuan ke Kecamatan, kelurahan, ke RW, RT, sosialisasi ke warga. Gimana konsumsinya pekerja, setidaknya ada air putih lah, sebagai rasa terimakasih. Tapi ini gak ada untuk pekerjanya,” jelas Muchtar.

Dikatakannya, jembatan tersebut memang diajukan pembangunan sebagai upaya mengatasi banjir yang selama ini melanda. Saat hujan deras, sambung Muchtar, ketinggian banjir bahkan mampu mencapai tinggi ban mobil.

Sementara itu, Kepala Bidang Bina Marga DPUPRPKP Kota Malang, Surya Adhi Nugraha, menjelaskan bahwa pembongkaran jembatan di Jl. Simpang LA Sucipto tersebut memang merupakan proyek Pemerintah Kota (Pemkot) Malang terkait pekerjaan drainase.

“Kalau terkait dengan penutupan jalan, pihak pelaksana informasinya telah berkoordinasi dengan Lurah Pandanwangi dan RW setempat,” ungkap Surya Adhi Nugraha, saat dikonfirmasi melalui pesan Whatsapp.

Ketika dikonfirmasi perihal durasi pengerjaan jembatan, Surya mengaku setidaknya untuk pengerjaan proyek tersebut diupayakan memakan waktu kurang dari 2 bulan.

Reporter: Santi Wahyu|Editor: Arifin BH

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.