04 April 2025

Get In Touch

DPRD Palangka Raya: Investasi Pasar Modal Di Kalteng Terus Bertumbuh

Ilustrasi pergerakan indeks harga saham di Bursa Efek Indonesia (Ant)
Ilustrasi pergerakan indeks harga saham di Bursa Efek Indonesia (Ant)

PALANGKA RAYA (Lenteratoday) -Ketua Komisi A DPRD Kota Palangka Raya, Subandi, berpendapat kondisi pertumbuhan maupun perkembangan sektor pasar modal di Kota Palangka Raya saat ini menunjukkan trend yang positif.

Ia menuturkan, ini dapat terlihat dari kinerja sangat baik yang ditunjukkan sektor pasar modal di Kalimantan Tengah (Kalteng). Jumlah investor pun menunjukkan peningkatan dari tahun ke tahun.

Pada tahun 2022 jumlah investasi di Kalteng meningkat sebesar 42,2 persen, dengan jumlah investor sebanyak 80.605. Sedangkan jumlah transaksi yang terjadi sebesar Rp. 496,52 miliar atau tumbuh sebesar 15,11 persen.

"Meningkatnya sektor pasar modal di Kalteng, khususnya pada 2022, merupakan hasil sinergi dan kolaborasi antara pihak OJK, Kantor Perwakilan BEI Kalteng serta berbagai pemangku kepentingan lainnya," papar Subandi, Senin (20/2/2023).

Selanjutnya ia menjelaskan, wilayah Kabupaten Kotawaringin Barat memiliki jumlah transaksi terbanyak dengan porsi 52 persen dari total transaksi yang terjadi, yang disusul Kota Palangka Raya sebanyak 33 persen, dan Kabupaten Kotawaringin Timur 9 persen.

Ketua Komisi A DPRD Kota Palangka Raya, Subandi

Sedangkan untuk total aset saham di Kalimantan Tengah pada 2022 tercatat masih mendominasi, yaitu sebesar Rp 1,27 triliun dengan porsi 61,73 persen dari total aset pasar modal di Kalimantan Tengah yang total mencapai sebesar Rp 2,06 triliun.

"Tidak bisa dipungkiri jika pandemi Covid-19 turut berdampak pada kesadaran masyarakat terhadap pentingnya memiliki dana darurat dan berinvestasi di pasar modal," ungkap Subandi.

Sementara itu menurut Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kalteng, Otto Fitriandy, meningkatnya investasi di pasar modal juga didukung dengan berkembangnya infrastruktur digital yang memudahkan masyarakat untuk berinvestasi.

"Pelaku pasar modal pada 2022 didominasi oleh investor dari kalangan generasi muda atau yang disebut gen Z, dengan rentang usia 18-25 tahun, mencapai 43,20 persen dari total investor pasar modal di Kalteng," jelas Otto.

Selain itu, sebanyak 67,01 persen dari total investor di Kalteng adalah pria. Sementara pegawai swasta merupakan investor terbanyak di Kalteng yang memiliki porsi sebesar 33,97 persen.

Otto menambahkan, yang menarik adalah pelajar memiliki porsi terbesar kedua, yaitu sebesar 27,23 persen dari total investor di Kalteng. Hal ini menandakan tingkat inklusi keuangan di kalangan pelajar sudah cukup baik terutama dalam sektor pasar modal.

"Tapi sinergi dan kolaborasi dari OJK bersama pihak terkait akan terus digencarkan dalam rangka memberikan sosialisasi dan edukasi terkait pasar modal bagi masyarakat," pungkasnya. (ADV)

Reporter : Novita|Editor: Arifin BH

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.