
MALANG (Lenteratoday) –Usai marak disalahgunakan sebagai tempat tindak asusila oleh beberapa oknum, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang, berencana untuk memindahkan bangku di Taman Jalan Ijen ke beberapa lokasi yang telah dipilih.
“Masih dilakukan pendalaman lagi, masih satu step lagi. Untuk langkah final, kursi Ijen nanti bagaimana, itu masih ada satu step lagi untuk kajian perangkat daerah. Jadi nanti itu akan bersinergi dengan perangkat daerah lainnya terkait fungsi itu,” ujar Kepala DLH Kota Malang, Noer Rahman Wijaya, saat dikonfirmasi melalui sambungan selular, Selasa (28/2/2023).
Rahman menambahkan, dari hasil kajian final tersebut, nantinya akan diperoleh jawaban, apakah bangku-bangku di taman Ijen perlu untuk dipindahkan atau dipertahankan dengan mengganti model.
“Nah, nanti bisa kita tarik kesimpulan dari kajian final itu, apakah itu bisa dipertahankan atau diganti dengan model yang lain. Yang artinya, bentuk upaya untuk mencegah tindak asusila. Kalau jadi, nanti akan memindahkan di taman aktif kami, khususnya taman Alun-alun Merdeka atau taman Trunojoyo. Tapi itu masih kajian masih perlu pendalaman lagi,” urainya.
Sebelumnya, Rahman membenarkan bahwa dari salah satu kajian awal mengenai bangku-bangku di taman Ijen, didapatkan hasil untuk membongkar dan memindahkan. Hal tersebut juga muncul berdasarkan observasi yang dilakukan pada media sosial, mulai dari facebook hingga instagram.
“Kemarin sempat kami sampaikan statement DLH berencana untuk membongkar atau memindahkan kursi taman di Jalan Ijen. Memang muncul hasil kajian itu dari beberapa observasi, statement yang ada di media sosial banyak yang ingin kursi tersebut dicabut,” terangnya.
Diakhir, dalam kesempatan tersebut Rahman juga menyampaikan, apabila bangku dicabut maka akan diusahakan untuk tidak mengurangi fungsi kebermanfaatan dari taman Ijen, yang selayaknya digunakan masyarakat untuk bersantai.
Reporter: Santi Wahyu|Reporter: Arifin BH