
MALANG (Lenteratoday) – Usai terjadi longsor susulan di wilayah Ngantang-Pujon hingga Rabu (1/3/2023) dini hari tadi, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang mengatakan, terdapat 8 titik longsor di 4 lokasi yang sampai saat ini masih dilakukan penanganan
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Malang, M. Nur Fuad Fauzi mengatakan, dari 8 titik longsor, sebanyak 5 titik telah berhasil ditangani dengan prosentase penanganan 100 persen. Diantaranya yakni, 1 titik di wilayah Sukomulyo, Pujon. Kemudian 4 titik di wilayah Mulyorejo, Ngantang. Sedangkan di 3 titik lainnya, masih dalam proses penanganan hingga Rabu (1/3/2023) pagi ini.
“Kalau sudah 100 persen, berarti sudah selesai penanganan, dan jalan bisa dilewati. Yang sampai saat ini masih dilakukan penanganan, di Kedungrejo, Sukomulyo Pujon, ada 1 titik lagi, masih 0 persen penanganan. Kemudian di Pagersari Ngantang, 1 titik longsor 20 persen. Kemudian di wilayah Sidodadi Ngantang, 1 titik longsor 20 persen,” ujar Kalaksa BPBD Kabupaten Malang, saat dikonfirmasi langsung melalui pesan singkat Whatsapp, Rabu (1/3/2023) pagi.
Pria yang akrab dengan sapaan Fuad ini menambahkan, berdasarkan perkembangan pada pukul 23.59 WIB, jalur lalu lintas Malang-Kediri maupun Ngantang-Wlingi Blitar masih tertutup total. Kemudian untuk penanganan, akan dilanjutkan pagi ini, sambungnya, mengingat cuaca saat ini kurang mendukung karena hujan dengan intensitas deras.
“Terkait dengan korban jiwa, hanya kejadian di tanggal 27 Februari 2023 kemarin dan itu memang beda lokasi. Untuk tanggal 28 ini tidak ada korban jiwa yang ditimbulkan. Untuk pagi ini sedang dilakukan penanganan di titik-titik yang telah disebutkan,” terang Fuad.

Terpisah, Kepala Bagian (Kabid) Kedaruratan dan Logistik (KL) BPBD Kab Malang, Sadono Irawan, juga membenarkan bahwa sampai dengan pagi ini, akses masih ditutup seiring dengan masih adanya penanganan pada 3 lokasi tersebut diatas.
Lebih lanjut, pihaknya menyebutkan ada beberapa alat berat yang digunakan untuk membersihkan material longsor yang menutupi akses jalan Malang-Kediri-Blitar tersebut.
“Sampai pagi ini akses masih tutup. Alat yang dikerahkan untuk membersihkan material diantaranya 2 unit wheelloader dari UPT Bina Marga Provinsi Jatim, kemudian 1 unit tangki air, serta chainsaw dari BPBD Kabupaten Malang,” tegas Dono, saat dikonfirmasi melalui sambungan selular.
Diakhir, Dono, sapaan akrabnya menghimbau kepada masyarakat, untuk tetap waspada dan memperhatikan daerah-daerah rawan longsor. “Diharapkan kepada masyarakat untuk selalu waspada dan meningkatkan kesiapsiagaannya, terutama untuk para pengendara, agar memperhatikan ketika masuk di titik-titik jalur rawan longsor,” pungkasnya.(*)
Reporter: Santi Wahyu/Editor: widyawati