
MALANG (Lenteratoday) – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) terus berupaya meningkatkan target persentase pengelolaan dan pemilahan sampah dari hulu yakni lingkungan masyarakat.
“Pemilahannya sudah sampai 24,6 persen. Targetnya diatas 24 persen. Belum kami pilah sendiri karena di TPA sudah ada sistem Emmission Reduction in Cities (ERIC). Sampah dari pengolahan di TPA juga dikurangi lagi sebelum nanti residunya ke sanitary landfill. ERIC itu adalah pengolahan terakhir di TPA,” ujar Kepala DLH Kota Malang, Noer Rahman Wijaya mengatakan, saat dikonfirmasi oleh awak media, Jumat (3/3/2023).
Sebelumnya, Rahman menyampaikan saat ini, dari seluruh TPS di Kota Malang menghasilkan sebanyak 700 hingga 750 ton sampah per harinya, untuk dikirim ke TPA Supit Urang. Dengan jumlah sampah yang dimungkinkan dapat bertambah seiring dengan pertumbuhan penduduk. Rahman menyebut bahwa dalam kurun waktu 5 sampai 7 tahun mendatang, sanitary landfill di TPA Supit Urang diperkirakan mulai jenuh.
Sehingga, dalam hal ini pihaknya menegaskan pentingnya melakukan pemilahan dan pengolahan sampah dari lingkungan rumah tangga atau masyarakat.
“5 sampai 7 tahun kedepan sanitary landfil nanti sifatnya jenuh. Ada upaya dari Pemkot Malang khususnya menangani masalah sampah dari hulu ke hilirnya nanti. Upaya yang kami lakukan adalah peningkatan kapasitas, kemudian sosialisasi ke masyarakat khususnya untuk memberikan pemahaman untuk memilah sampah mulai dari lingkungannya,” jelasnya.
Lebih lanjut, Rahman juga mengatakan bahwa sosialisasi terkait dengan pemilahan sampah telah dilakukan jauh sebelum dirinya menjabat sebagai Kepala DLH Kota Malang. Namun menurutnya, yang menjadi kendala selama ini adalah kesadaran dari masyarakat sendiri.
“Pengelolaan tentunya membutuhkan kesadaran masyarakat. Jadi, kesulitan kami adalah sebetulnya memberikan pemahaman itu. Tapi tetap kita sampaikan ke masyarakat untuk melakukan pemilahan sampah. Jadi misalnya sampah bekas makanan, minuman, itu harusnya dipilah ada yang organik, anorganik, dan sebagainya,” terang Rahman.
Diakhir, meskipun mengaku kesulitan dalam mendorong kesadaran masyarakat. Rahman menuturkan bahwa dari tahun ke tahun, peranan masyarakat Kota Malang dalam mengolah sampah cenderung semakin membaik. “Alhamdulillah kesadarannya masyarakat dari tahun ke tahun semakin baik. Bukan malah yang stagnan atau tidak berprogres,” cetusnya.
Sebagai informasi, dengan sinergitas antara Pemkot Malang bersama dengan masyarakat. Rahman menyebutkan telah berhasil menangani persoalan sampah di Kelurahan Jodipan dan Kota Lama. Dijelaskannya, permasalahan sampah yang telah terjadi Jembatan Muharto selama 2 tahun belakangan, kini mulai dapat teratasi.
“2 tahun itu persoalan kita adalah sampah di masyarakat. Khususnya di kelurahan Jodipan dan Kotalama, yang membuang sampah di jembatan Muharto, itu alhamdulillah sudah bersih. Karena di setiap paginya kami akan menyediakan 2 truck sampah di setiap paginya, yang mengangkut mulai jam 6 sampai jam 9 pagi. Nanti sampah itu akan langsung diangkut,” tukasnya.(*)
Reporter: Santi Wahyu/ Editor: Widyawati