04 April 2025

Get In Touch

Malang Muslim Fair 2023, Berupaya Wadahi Pedagang Kaki Lima

Kepala Diskopindag Kota Malang, Eko Sri Yuliadi, saat memberikan sambutannya pada pembukaan Malang Muslim Fair, Sabtu (4/3/2023)
Kepala Diskopindag Kota Malang, Eko Sri Yuliadi, saat memberikan sambutannya pada pembukaan Malang Muslim Fair, Sabtu (4/3/2023)

MALANG (Lenteratoday) – Melalui gelaran Malang Muslim Fair (MMF) tahun 2023, Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI) Kota Malang, berupaya untuk memberikan wadah bagi para pedagang kaki lima (PKL) untuk dapat berjualan di tempat layak yang telah disediakan selama beberapa hari.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) APKLI Kota Malang, Susiati mengatakan, MMF yang digelar di depan Masjid Agung Jami’, Jl. Merdeka Barat, Kecamatan Klojen, ini juga memiliki tujuan untuk menaikkan kelas dari para PKL yang notabene merupakan pelaku UMKM.

“Di sini dalam rangka muslim fair untuk menyambut bulan ramadhan. Ada bulog yang nanti siap mendukung dan harapannya PKL bisa naik kelas. Minta perhatian dari pemerintah, dari Diskopindag dan Pak Wali Kota akan memperhatikan para PKL,” ujar Susiati, ditemui usai meninjau stan PKL di MMF, Sabtu (4/3/2023).

Perempuan yang akrab dengan sapaan Susi ini menjelaskan, terdapat beberapa upaya yang akan dilakukan demi meningkatkan kelas para pedagang kaki lima tersebut. Mulai dari pendampingan dalam melakukan pengurusan legalitas usaha, hingga pembuatan sertifikasi halal.

Kepala Diskopindag Kota Malang didampingi Takmir Masjid Agung Jami' meninjau stan-stan Malang Muslim Fair

“Kita ajari untuk mereka punya surat legalitas usaha, misal Nomor Induk Berusaha (NIB) dan sertifikasi halal untuk para pedagang. Untuk yang dari bumbu pecel atau bumbu-bumbu lainnya harus punya sertifikasi Pangan Industri Rumah Tangga (P-IRT) dan merk dagang,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang, Eko Sri Yuliadi, menyampaikan bahwa Pemerintah Kota (Pemkot) Malang akan selalu hadir untuk mendukung seluruh kegiatan yang bertujuan untuk memberdayakan pelaku usaha mikro ini.

Menurut Eko, dengan disediakannya tempat yang layak bagi para pedagang ini, dinilai sangat berguna untuk menumbuhkan semangat para pelaku usaha mikro. Terlebih seringkali pedagang kaki lima memanfaatkan ruang publik seperti bahu jalan, taman kota, bahkan hingga trotoar yang dapat mengganggu aktifitas pengguna jalan.

“Nah ini kebetulan sudah kami tinjau. Lokasinya juga pada jalur yang sebelah kiri, yang sehingga tidak berdampak pada arus lalu lintas di sini. Saya kira ini cukup bagus. Dan mudah-mudahan ini sebagai salah satu embrio dari pada pemberdayaan ekonomi kerakyatan masyarakat di Kota Malang,” ujar Eko, usai membuka dan meninjau acara MMF tersebut.

Sejalan dengan pernyataan Susi. Eko juga mengaku akan berkoordinasi dengan APKLI Kota Malang, untuk mendata para pedagang yang masih belum memiliki legalitas usaha. Sebab menurutnya, pemerintah perlu hadir dan melakukan pendampingan kepada para pelaku usaha yang selama ini turut berperan dalam meningkatkan perekonomian Kota Malang.

“Maka ini tadi sudah kami sarankan juga bagi mereka yang belum mempunyai merk dagang kemudian sertifikasi halal, dan NIB, ini juga saya minta ke Bu Susi untuk mendata dan diajukan ke Diskopindag. Dan semuanya ini gratis tidak dipungut biaya,” tegasnya.

Disisi lain, Eko menyebut bahwa untuk tahun 2023 ini, pihaknya mentargetkan sebanyak 5.000 pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) harus sudah memiliki legalitas usaha dan tersertifikasi halal oleh MUI.

Sebagai informasi, acara Malang Muslim Fair ini akan berlangsung selama 3 hari, yakni mulai tanggal 4-6 Maret 2023. Melibatkan 36 stan yang menyediakan berbagai jenis makanan, minuman, hingga fashion untuk para pengunjung dan konsumen.

Reporter: Santi Wahyu|Editor: Arifin BH

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.