05 April 2025

Get In Touch

Dispangtan Kota Malang Gelar Teknologi dan Pameran Hasil Pertanian

Wali Kota Malang, Sutiaji bersama Ketua Penggerak TP-PKK Kota Malang, Widayati Sutiaji, saat meninjau stan dalam acara Gelar Teknologi Pertanian dan Pameran Hasil Pertanian, Senin (6/3/2023)
Wali Kota Malang, Sutiaji bersama Ketua Penggerak TP-PKK Kota Malang, Widayati Sutiaji, saat meninjau stan dalam acara Gelar Teknologi Pertanian dan Pameran Hasil Pertanian, Senin (6/3/2023)

MALANG (Lenteratoday) –Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) menyelenggarakan Gelar Teknologi Pertanian dan Pameran Hasil Pertanian bertempat di halaman Mini Block Office, Kota Malang.

“Tuntutan untuk menghadirkan teknologi dalam berusaha tani, baik itu bercocok tanam, mengolah lahan, dan mengolah hasil pertanian, itu dibutuhkan teknologi pertanian. Tujuannya agar hasil dari usaha tani, peternakan, perikanan, itu memberi nilai tambah dan nilai manfaat yang lebih panjang,” ujar Kepala Dispangtan Kota Malang, Slamet Husnan, ditemui usai acara tersebut, Senin (6/3/2023).

Guna meningkatkan produktivitas usaha tani dan pemanfaatan teknologi oleh petani di Kota Malang. Pemkot Malang telah memberikan bantuan sarana pra sarana kepada para petani melalui Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) di masing-masing Kecamatan.

“Tentunya untuk meningkatkan produktivitas padi, itu ada pemberian fasilitas mulai dari hand traktor, kultivator, jaring untuk melindungi bulir padi agar tidak di konsumsi burung saat mau panen, kemudian racun tikus, hingga pestisida. Termasuk juga pupuk bersubsidi dan benih padi, jagung, itu fasilitas dari dinas,” jelas Slamet.

Pujiono, salah satu petani perwakilan Gapoktan di Kota Malang yang menerima teknologi pertanian hand traktor

Selain itu, dalam kesempatan tersebut juga diberikan penghargaan kepada Petani Milenial, yang dianggap mampu berinovasi mengolah hasil pertanian, dengan memanfaatkan teknologi yang ada. Dalam hal ini, Slamet mengaku perlunya apresiasi dari pemerintah daerah, agar para petani muda lainnya dapat tergerak. Yang pada akhirnya, lanjut Slamet, hal tersebut dapat meningkatkan ketahanan pangan di Kota Malang.

Data dari Dispangtan Kota Malang, menunjukkan bahwa saat ini, lahan pertanian di Kota Malang yang ditanami padi yakni seluas 803 hektar. Dari luasan tersebut, pertahunnya para petani Kota Malang mampu menghasilkan sekitar 15 ribu ton beras. Sementara, untuk kebutuhan beras Kota Malang mencapai sekitar 65.000 ton.

Terpisah, Wali Kota Malang, Sutiaji mengatakan, acara Gelar Teknologi Pertanian dan Pameran Hasil Pertanian, ini juga bertujuan untuk menguatkan ketersediaan bahan pangan di Kota Malang. Dimana menurutnya, Pemerintah Daerah bertanggungjawab dalam segala upaya untuk meningkatkan dan menstabilkan bahan pangan tersebut.

“Hari ini, supaya bisa mendorong ketersediaan hasil pertanian terus menerus. Maka petani ini jangan meninggalkan lahannya. Maka dikuatkan dengan penguatan dari petugas lapangan. Kemudian yang kedua, ini para milenial agar tertarik dengan pertanian, tidak lari dari pertanian. Nah selain itu, disini kami juga memberikan bantuan teknologi,” ujar orang nomor 1 di jajaran Pemkot Malang ini.

Sementara itu, salah satu perwakilan Gapoktan Kota Malang, Pujiono, mengaku senang dengan adanya bantuan teknologi berupa mesin traktor ini. Menurutnya, dengan bantuan tersebut dapat mempersingkat proses penggemburan tanah yang biasanya dilakukan secara manual menggunakan tenaga kerbau.

“Untuk teman-teman tani biasanya kan pakai kerbau. Sekarang pakai mesin kan lebih murah dan lebih cepat. Senang menerima ini. Kalau kerbau bisa 4 hari, kalau hand traktor ini sehari bisa. Selain ini ada mesin perontok padi, mesin pemotong rumput, sama untuk penyiang,” ujar Pujiono.

Sebagai informasi, dalam acara tersebut terdapat sebanyak 15 stan yang terdiri dari 5 Balai Penyuluhan Pertanian Kota Malang, yang keseluruhannya menampilkan potensi-potensi hasil tani. Diantaranya mulai dari sayur-sayuran, hingga hasil budidaya ikan.

Reporter: Santi Wahyu|Editor: Arifin BH

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.