
KEDIRI (Lenteratoday) -Pemerintah Kota Kediri menyelenggarakan sosialisasi dan pendampingan kader kesehatan dalam pengendalian hipertensi melalui Puskesmas Pembinaan Terpadu (Posbindu) dan Puskesmas Pelayanan Terpadu (Pandu) di salah satu hotel, Rabu (8/3/23)
Acara tersebut menghadirkan narasumber dari Dinkes Provinsi Jawa Timur. Sosialisasi dilaksanakan selama dua hari, 8-9 Maret 2023 dan diikuti 140 kader yang terbagi menjadi dua sesi.
Kepala Dinkes Kota Kediri dr Fauzan Adima mengatakan penyakit tidak menular menjadi konsen pemerintah sejak 2016 dan saat ini menjadi penyakit kesehatan kian serius.
Hipertensi menjadi salah satu tantangan pengendalian penyakit tidak menular. Ditambahkan, sekitar 34 persen masyarakat Indonesia menderita hipertensi. Angka ini berdasarkan data dari riset kesehatan daerah 2018.
“Untuk itu, penyakit tidak menular apabila tidak diatasi di masa depan akan menjadi bumerang untuk sistem kesehatan kita,” imbuhnya. Sebagai optimalisasi upaya pencegahan dan pengendalian, Pemkot Kediri pun telah menyiapkan fasilitas kesehatan, antara lain pembentukan Puskesmas Pelayanan Terpadu (Pandu).
Secara konsisten Dinkes dan puskesmas juga mendukung penyelenggaraan Pos Pembinaan Terpadu penyakit tidak menular (posbindu PTM) di seluruh kelurahan di Kota Kediri
dr Fauzan menambahkan, sesuai arahan Walikota Kediri juga menghimbau masyarakat memanfaatkan layanan Puskesmas Pandu PTM untuk deteksi dini, edukasi kesehatan hingga penanganan PTM.
“Saat ini seluruh puskesmas di Kota Kediri sudah menjadi puskesmas pandu PTM, yaitu puskesmas dengan penanganan PTM secara terpadu. Hal ini sangat diperlukan untuk deteksi dini sehingga bisa dilakukan penanganan atau diobati lebih cepat dan dapat dikendalikan dengan baik,” tuturnya.
Dijelaskan dr Fauzan, penyakit hipertensi bisa dicegah dengan melakukan hal-hal berikut, yaitu; menjaga gizi atau diet yang seimbang, mempertahankan berat badan dan lingkar badan yang ideal, melakukan gaya hidup yang sehat dengan berolahraga teratur, tidak merokok dan tidak mengonsumsi alkohol.
dr Fauzan menambahkan, keberhasilan pencegahan dan pengendalian hipertensi merupakan tanggungjawab bersama baik seluruh stakeholder, petugas puskesmas serta para kader dengan melakukan skrining atau deteksi dini secara lebih masif.
“Saya berharap ibu-ibu kader dapat membantu memberikan pendampingan pasien hipertensi untuk mendapat penanganan yang tepat. Karena semakin dini ditemukan dapat dilakukan pengendalian yang lebih baik,” pungkasnya.
Reporter: Gatot Sunarko|Editor: Arifin BH